Ketik disini

Metropolis

Tuntaskan Sebelum Aman Jilid I Berakhir

Bagikan

* Program Penerangan, Saluran, dan Penataan Diprioritaskan

MATARAM – Masalah penerangan, saluran, dan penataan kawasan di Mataram masih menjadi sorotan. Dinas Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Tata Kota dituntut segera menuntaskan permasalahannya sebelum masa kepemimpinan Wali Kota H Ahyar Abduh dan Wakilnya H Mohan Roliskana (Aman) purna tugas Agustus mendatang.

“Tahun ini juga masih ada penambahan lampu PJU,” kata Kepala Dinas Pertamanan H Kemal Islam di Media Center Setda Mataram, selasa (7/4).

Dikatakan, ada penambahan 600 lampu light emitting diode (LED). Lampu penerangan yang dikenal hemat dan terang ini dipasang di jalan protokol.  Terutama di lokasi minim penerangan. “Termasuk nanti ada penambahan di jalan lingkungan,” sambungnya.

Kemal mengatakan, selain penambahan jumlah lampu, efisiensi anggaran PJU juga terus dilakukan. Langkahnya mengganti kontrak daya dengan meterisasi. “Setiap bulan, kita bayar PJU antara Rp 1,8-2 miliar,” terangnya.

Diakuinya, keberadaan meterisasi cukup menghemat pembayaran listrik PJU. Saat ini baru ada 350 meterisasi. Total kebutuhan di Mataram 650 meterisasi. “Dari 350 meterisasi itu, biaya listrik PJU yang dikeluarkan hanya Rp 511 juta. Lebih banyak membayar kontrak daya,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas PU H Mahmuddin Tura mengungkapkan, di 2015 masalah saluran tetap menjadi perhatian. Ada beberapa saluran di Mataram bakal diperbaiki. Khususnya untuk saluran yang sering memicu genangan.

“Dari panjang drainase 429 kilometer baru 399 kilometer yang baik. Untuk yang belum baik segera ditata. Tahun ini ada dana sebesar Rp 5,6 miliar untuk drainase,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, saluran irigasi disediakan anggaran sekitar Rp 5,4 miliar.  Penyediaan air bersih di kelurahan disiapkan Rp 3 miliar. “Termasuk ada sarana prasarana perkotaan. Seperti trotoar juga akan ditata,” sambungnya.

Disebutkan, Dinas PU juga memiliki program penataan lingkungan. Penataan lingkungan sehat disiapkan Rp 4 miliar. Rehab rumah di enam kecamatan Rp 1,4 miliar. “Disiapkan biaya sampai tukangnya. Biasanya hanya biaya saja,” bebernya.

Untuk mengawasi wilayah kumuh, lanjutnya, ada program bedah kampung. Air bersih, sanitasi, jalan lingkungan diperhatikan. Untuk bedah kampung disiapkan Rp 1,5 miliar. “Termasuk nanti disiapkan jalan lingkungan Rp 50 miliar. Dari 347 kilometer, 55 kilometer rusak sedang dan parah,” tambahnya.

Laju pembangunan juga mendapat perhatian dari Dinas Tata Kota. Kepala Dinas Tata Kota Mataram HL Junaidi mengatakan, peningkatan pengawasan terus dilakukan. Rencana detail tata ruang kota terus diperhatikan. Harapannya pembangunan di Mataram tidak menyimpang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).

“Tata bangunan diperhatikan sesuai dengan peraturan daerah Nomor 11 Tahun 2012 tentang tata ruang,” katanya.

Progres pengawasan di 2014, lanjutnya, bakal ditingkatkan di tahun 2015. Dinasnya kini sedang menyiapkan rencana detail tata ruang kota di 50 kelurahan. Tujuannya, pembangunan di masyarakat tidak berbenturan dengan aturan. “Masyarakat yang melanggar akan langsung ditegur. Tidak diindahkan bisa diambil langkah tegas,” ancamnya.(feb/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *