Ketik disini

NASIONAL

Yaha�� Ditangani Bareskrim

Bagikan

* Kejagung Limpahkan Kasus Komjen BG

JAKARTA – Kasus gratifikasi Komjen Budi Gunawan (BG) benar-benar balik kandang ke Bareskrim. Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melimpahkan kasus ituA� Kamis (2/4), pekan lalu. Pelimpahan itu dilakukan karena berkas kasus limpahan dari KPK dinilai belum lengkap.

Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan, sebenarnya yang diterima Kejagung dari KPK masih berupa dokumen hasil penyelidikan dan penyidikan. Belum menjadi berkas perkara yang lengkap. “Setelah semua dipelajari, maka disimpulkan perlu pendalaman karena ada sejumlah hal yang kurang,” ujarnya, kemarin.

Selain belum lengkapnya keterangan saksi dan tersangka, kekurangan juga menyangkut bukti dan petunjuk yang harus didalami. Hal tersebut menunjukkan saat itu KPK belum maksimal. “Kami serahkan ke Bareskrim agar kemudian bisa dilengkapi semua,” tuturnya.

Sesuai nota kesepahaman antara KPK, Kejagung, dan Polri pada 2012 yang menyebutkan, bila salah satu penegak hukum telah melakukan penyelidikan, maka kasus tersebut dikembalikan ke lembaga yang melakukan penyelidikan tersebut. “Ya, semua sudah sesuai aturan,” jelasnya.

Menurut dia, jika Bareskrim telah melengkapi semua dokumen menjadi berkas perkara, muaranya akan kembali ke Kejagung. Tentunya, semua berkas itu akan diproses. “Ya, kami tunggu dilengkapi semuanya,” ujarnya.

Prasetyo menambahkan, pelimpahan berkas ke Mabes Polri itu juga karena Bareskrim sudah pernah menangani kasus itu. Karena itu, Kejagung memberikan kesempatan pada yang bersangkutan untuk melanjutkan.

Kenapa baru sekarang dilimpahkan? Apakah berkaitan dengan pergantian kepemimpinan Polri yang kini sedang berproses? Prasetyo membantahnya. “Kan dipelajari dulu, kami lihat dulu, masak begitu kami terima langsung diserahkan,” kelitnya.

Terpisah, Wakapolri Badrodin Haiti mengaku pihaknya telah menerima pelimpahan berkas perkara BG dari Kejagung. Untuk menindaklanjutinya, institusinya segera melaksanakan gelar perkara.

Seperti halnya Prasetyo, Badrodin juga sempat menyinggung perlunya segera dilakukan gelar perkara karena adanya sejumlah kelemahan berkas kasus dari KPK. “Dokumen-dokumen yang dilimpahkan itu sebagian besar kan fotokopi,” beber Badrodin saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Dalam gelar perkara nantinya, lanjut dia, keberadaan dokumen-dokumen tersebut akan dikonfirmasikan ke KPK. “Sebab, kalau fotokopi kan tidak ada kekuatan hukumnya,” imbuh calon Kapolri yang kini sedang menunggu proses fit and proper di DPR tersebut.

Kabareskrim Komjen Budi Waseso menambahkan pihaknya akan mempelajari dan menelaah dokumen kasus tersebut. “Nanti juga akan ada gelar perkara,” tuturnya.

Soal kapan gelar perkara tersebut, dia mengaku belum menjadwalkannya. “Setelah dipelajari, tentu gelar perkara,” terangnya kemarin.

Di bagian lain, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Kombespol Viktor Simanjuntak menjelaskan, gelar perkara akan dilakukan dengan mengajak semua pihak, seperti KPK, Kejagung, PPATK, dan sejumlah pakar. Hal tersebut dilakukan agar bisa memberikan masukan. “Semuanya bisa ikut,” jelasnya.

Dengan itu, semua pihak akan melihat keterbukaan penyidik Bareskrim dalam menangani kasus yang pernah menghebohkan Indonesia itu. Sehingga, tidak akan menyebut bahwa ada sesuatu yang tidak benar dalam pengusutan kasus tersebut. “Harapannya begitu,” terangnya.

Soal berkas apa saja yang didapat, dia menuturkan bahwa berkas yang diberikan Kejagung itu ternyata tanpa dokumen lidik dan sidik, hanya ada berkas pemeriksaan satu atau dua orang. “Serta, laporan hasil analisis (LHA),” paparnya.

Saat ditanya apakah kasus petinggi Polri ini tidak akan membuat polemik bila ditangani Polri, Viktor enggan menjawabnya. “Kalau ke situ nggak deh,” katanya menghindar.

Sementara Plt Pimpinan KPK Johan Budi mengatakan, KPK tidak lagi memiliki kewenangan terkait kasus gratifikasi BG. Setelah dilimpahkan ke Kejagung, semuanya berada di bawah kewenangan jaksa. “Kasus itu kami serahkan sepenuhnya ke Kejagung,” ujarnya singkat. (idr/dyn/end/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys