Ketik disini

Metropolis

Awas Kena Tipu (3)

Bagikan

* Penipuan Melalui SMS Masih Marak

CYBER crime tidak mentok pada jenis kejahatan yang dilancarkan melalui internet. Aksi kriminal yang dilakukan dengan mengirim pesan singkat atau SMS juga dapat dijerat dengan UU ITE. a�?Intinya, cyber crime itu kejahatan dunia maya yang menggunakan media elektronik sebagai alat. Jadi, termasuk juga yang melalui SMS,a�? kata Darsono.

Hingga saat ini, SMS bernada penipuan memang masih marak. Modusnya hampir sama namun kerap dikemas dengan berbagai macam cara. a�?Intinya, pengirim pesan itu ingin memengaruhi psikologis penerima pesan agar tertarik dan bisa tertipu,a�? jelasnya.

Pelaku sering mengirim SMS dengan iming-iming memenangkan undian atau hadiah uang tunai. Masih pula beredar SMS penipuan dengan menggaku-nnggaku orang tua yang sedang ditahan di kepolisian. a�?Secara tidak langsung, mereka berupaya menghipnotis calon korban agar secepat mungkin mengikuti arahan yang ada dalam SMS,a�? tutur Darsono.

Dari sekian banyak SMS penipuan tersebut, paling sering mengatasnamakan usaha perbankan ataupun operator seluler. Di NTB sendiri, umumnya penipuan mencatut nama operator Telkomsel dan XL. a�?Mungkin karena dua operator itu penggunanya paling banyak di sini,a�? imbuh Darsono.

Terkait penipuan melalui SMS ini, Haikal, warga Gebang, Mataram, menggaku nyaris terkecoh. Dalam salah satu SMS penipuan yang mengatasnamakan bank, ia diminta untuk menyiapkan uang dalam nominal tertentu jika ingin mendapatkan hadiah. a�?Saya sempat percaya karena kebetulan saya memang nasabah bank tersebut,a�? tuturnya.

Di Polda NTB sendiri, menurut Darsono, memang belum ada laporan masyarakat yang menjadi korban penipuan SMS. Namun, ia tak menutup mata bahwa ada saja orang yang percaya terhadap SMS-SMS yang menjanjikan hadiah tersebut. Alhasil, mereka justru rugi.

Untuk itu, kepolisian tetap mengimbau agar warga tetap waspada. Ia memberikan beberapa tips untuk pegangan warga agar tak terjerat penipuan melalui SMS. a�?Yang paling mudah, bisa dilihat dari nomor pengirimnya. Misalnya, XL yang mengadakan undian, pasti pengirimnya langsung XL. Bukan malah nomor tertentu. Jadi jangan langsung ditanggapi,a�? katanya.

Di samping itu, bila masyarakat merasa pernah mengikuti sebuah undian, ada baiknya langsung bertanya ke nomor pusat informasi layanan perusahaan tersebut. Diingatkan, agar masyarakat jangan sekali-kali terbujuk untuk membayarkan sejumlah uang dengan dalih sebagai syarat pengambilan hadiah. a�?Kecuali Anda langsung datang ke bank yang dimaksud dan diwajibkan membayar pajak hadiah oleh bank yang bersangkutan,a�? sambungnya.

Tidak hanya SMS bernada penipuan, Darsono juga mengimbau masyarakat mewaspadai pesan singkat yang mengarah pada upaya penghasutan. Misalnya dengan mencoba melakukan provokasi agar masarakat bertindak anarkis. a�?Kalau masih ingat, dulu sempat heboh SMS bernada hasutan ini di Lombok. Pelaku menyebarkan isu penculikan hingga akhirnya masyarakat bergerak dan melakukan anarkisme di mana-mana,a�? katanya. Ia berharap pengguna gadget atau perangkat elektronik bisa lebih bijak lagi. Kemajuan teknologi itu sepatutnya dipergunakan sesuai fungsinya.

a�?Pelaku jangan terlena karena aksi kejahatan di dunia maya juga bisa dijerat hukum. Ancaman penjaranya bisa sampai belasan tahun, tergantung jenis kejahatan yang dilakukan,a�? tandas Darsono. (uki/cr-deq/nal/r11/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys