Ketik disini

Metropolis

Awas Kena Tipu (4)

Bagikan

* Banyak Bertanya dan Hati-Hati

TUNTUNAN penggunaan teknologi kian meningkat. Ini seiring perkembangan gaya hidup masyarakat saat ini. Kemajuan inilah yang kemudian melahirkan namanya teknologi internet.A� a�?Internet memang membuat pekerjaan terbantu. Selain itu, kita bisa mengakses informasi dengan cepat,a�? kata Kepala NOC MedialinkA� (Mlink) JPNN Indri.

Menurutnya, lahirnya internet ini memunculkan berbagai inovasi. Salah satunya media sosial. Facebook, Twitter, dan berbagai aplikasi lain pun semakin pesat digunakan.

Pada perkembangannya, internet juga membawa dampak negatif. Bahkan membuka peluang lebar untuk para pelaku kejahatan. a�?Ini yang kemudian dinamakan dengan cyber crime,a�? lanjutnya.

Indri mengatakan, banyak bentuk cyber crime ini. Mulai dari illegal content, penyusupan ke komputer orang, pengiriman virus atau malware hingga penipuan menggunakan media sosial maupun SMS. a�?Kalau kita mendengar ada bank dibobol hacker, itu yang dimaksud dengan kejahatan menggunakan virus,a�? sebutnya.

Biasanya, lanjut praktisi IT ini, hacker menggunakan berbagai cara guna mendapatkan mangsa. Namun tahapan paling lazim digunakan ialah membuat laman (website) palsu yang mirip dengan laman asli. a�?Target utamanya biasa para pengguna teknologi yang masih awam,a�? ungkapnya.

Pengalihan ini biasa disebut dengan istilah phising. Target biasanya tidak menyadari bahwa yang dibuka itu palsu. Ia pun memberi contoh tentang video Youtube di Facebook dengan tampilan porno. a�?Memang belum ada kejadian penipuan akibat virus porno di Facebook itu. Namun bagi yang kena maka sangat menjengkelkan,a�? imbuhnya.

Banyaknya kejahatan dunia maya ini, oleh Indri dianggap sesuai dengan hasil penelitian banyak pakar. Bahkan lembaga riset Telematika Sharing Vision di 2013 telah mengumumkan jika Indonesia per hari menghadapi 42 ribu serangan dunia maya.

Dalam riset itu disebutkan, kerentanan ini yang harus diperbaiki. Baik melalui produk undang-undang maupun pendidikan kontinyu ke generasi muda. Utamanya yang masih sekolah. a�?Biasanya anak-anak muda rentan menjadi korban penipuan,a�? ungkapnya.

Dalam riset ini juga ditemukan potensi para pengguna media sosial menggunakan akun palsu sebanyak 22 persen. Sedangkan pasword diketahui orang lain sebanyak 13 persen lebih. Sedangkan untuk pencurian akun ditemukan 9,9 persen. a�?Kebiasaan kita, kalau sudah dekat, apalagi pacaran terkadang pasword kita kasih tahu. Padahal ini rentan penyalahgunaan,a�? ungkapnya.

Soal tips menjaga keamanan berinternet, menurut Indri cukup sederhana, yakni banyak bertanya atau membaca ketentuan setiap petunjuk aplikasi dan mengedepankan sikap hati-hati. a�?Kalau bikin internet banking banyak nanya ke bank, dan hati-hati. Tak ada salahnya hati-hati,a�? tutupnya. (uki/cr-deq/nal/r11/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys