Ketik disini

Giri Menang

Bypass BIL Nyaris Lumpuh

Bagikan

*Sungai Meluap, 60 Rumah di Kuripan Terendam

GIRI MENANG – Banjir bandang menerjang Desa Kuripan dan Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan petang kemarin (14/4). Puluhan rumah warga terendam banjir setinggi paha orang dewasa.

Banjir mulai menerjang permukiman warga sekitar pukul 17.30 Wita. Tiga dusun yang masuk di wilayah Desa Kuripan Selatan lebih dulu terendam banjir. Kemudian, giliran dua dusun di Desa Kuripan yang didatangi luapan air keruh.

”Yang paling parah di Desa Kuripan Selatan dan Kuripan,” kata Camat Kuripan Lalu Muhammad Hakam dihubungi Lombok Post, kemarin (14/4).

Hingga tadi malam, banjir terus menerjang rumah warga. Luapan air belum berhenti menembus dinding rumah warga. Warga berusaha membendung dengan membuat tanggul seadanya. Mereka menghalangi menggunakan pasir yang dikemas dalam karung. Hanya saja, derasnya luapan air tak mampu ditahan. Air disertai lumpur itu tetap menerobos masuk dan menghanyutkan perabotan rumah warga.

”Sekitar 60 rumah warga yang terendam,” jelasnya.,

Menurutnya, tinggi air ini bervariasi. Namun paling parah ketinggiannya mencapai dua meter.

”Paling parah di Dusun Embung. Satu rumah temboknya jebol,” akunya.

Hakam menduga, luapan air ini diduga berasal dari Sungai Sulin. Menurutnya, curah hujan tinggi disertai angin membuat air meluap. Kemudian masuk ke dalam rumah warga.

”Tadi (kemarin) curah hujan cukup tinggi,” ujarnya.

Sejauh ini, sambung dia, tidak ada korban jiwa. Warga yang menjadi sasaran banjir sudah dievakuasi. Mereka memindahkan barang-barangnya ke tempat lebih tinggi.

”Sebagian warga sudah kami ungsikan,” ungkapnya.

Guna membantu warga yang terkena banjir, lanjut Hakam, dirinya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI. Selain itu, dirinya sudah menyampaikan kepada BPBD supaya membantu warga yang mengungsi.

”Saya sudah koordinasi dengan muspika, TNI, Polri, dan BPBD. Karena warga sudah banyak mengungsi,” bebernya.

Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu jalur menuju Bandara Internasional Lombok (BIL). Luapan air sungai Sulin itu memenuhi Bypass BIL di jalur Kuripan. Hakam mengaku, saat ini pihaknya terpaksa menutup jalur tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menghindari adanya korban. Sebab, banjir sudah meluap hingga ke jalan.

”Penutupan jalan di BIL untuk keselamatan pengendara. Karena luapan air di Sungai Sulin meluap ke jalan,” terang dia.

Meski ditutup, jalur BIL tidak sampai lumpuh total. Karena, petugas kepolisian dibantu TNI mengatur pengendara untuk melintas di jalur alternatif. Hakam menambahkan, pengendara yang datang dari arah Bundaran Patung Sapi Gerung menuju menuju BIL akan diarahkan melewati jalur alternatif Kuripan timur, sebelah utara perbatasan. Nanti, pengendara akan tembus ke Desa Labulia, Lombok Tengah.

”Kalau yang dari BIL ke Mataram diarahkan menggunakan jalur di Desa Kuripan,” pungkasnya.

Sementara, Kapolsek Kediri AKP Nuraini mengaku, sudah menurunkan anggotanya ke lapangan. Mereka ditugaskan membantu warga yang terendam banjir dan mengatur arus lalu lintas di BIL.

”Sudah kami turunkan. Mereka sedang membantu warga yang diterjang banjir,” katanya singkat. (jlo/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *