Ketik disini

Headline Sumbawa

Coba dari Dulu, Pasti Cepat Tuntas

Bagikan

*Perbaikan Pipa PDAM Dikeroyok

TALIWANG — Pipa milik PDAM yang putus dua pekan lalu masuk dalam ketegori bencana alam. Pemerintah mengerahkan ratusan tenaga untuk menuntaskan putusnya pipa induk di Desa Bangkat Monte, Kecamatan Brang Rea tersebut.

Ratusan tenaga dari berbagai instansi ikut dikerahkan. Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Bagian Aset dan Pemerintahan Setda KSB, unsur TNI dan Kepolisian serta dibantu masyarakat setempat.

Proses penyambungan pipa tersebut berjalan lancar. Satu alat berat yang dikerahkan PDAM bekerja sejak pagi. Alat berat tersebut sengaja dikerahkan untuk membersihkan batuan yang berada dalam sungai, tepat dimana posisi pipa utama ditanam. Aliran air sungai Supayung, salah satu sungai terbesar di KSB inipun ikut alihkan.

“Tambahan tenaga yang dikerahkan pemerintah saat ini cukup membantu proses penyambungan dan pemasangan pipa seberat tiga ton ini,’’ jelas Direktur PDAM KSB, Bambang, kemarin (14/4).

Bambang menjelaskan, keterlibatan semua pihak dalam proses perbaikan ini memang ditunggu sejak lama. Tenaga dan teknisi yang dikerahkan sebelumnya hanya mampu mengevakuasi dan melakukan penyambungan pipa yang putus.

‘’Kalau untuk memasang dan mengembalikan pipa ke posisi semula, kita butuh tenaga dengan jumlah banyak. Alhamdulillah, hari ini tenaganya sudah dikerahkan dan saat ini pipa yang putus sudah dipasang pada posisi semula,’’ akunya.

Kendati demikian, Bambang mengaku tidak bisa memastikan kondisi cuaca di lapangan. Hujan yang menguyur di sekitar wilayah Bangkat Monte bisa saja menghambat proses perbaikan pipa tersebut.

‘’Kita harap cuacanya terus bersahabat sehingga proses perbaikan ini berjalan sesuai yang diharapkan,’’ tambahnya.

Kasat Pol PP KSB, Agus Hadnan dan Sekdis Pekerjaan Umum (PU) Kamaluddin di lokasi mengatakan, untuk membantu PDAM pihaknya mengerahkan semua jajaran yang ada. Pol PP misalnya mengerahkan puluhan personil. Demikian halnya Dinas Pekerjaan Umum juga mengerahkan sejumlah pegawai.

‘’Kita upayakan pekerjaan ini segera tuntas. Karena memang ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat,’’ jelas Agus Hadnan.

Danramil Taliwang, Kapten Agus juga terlihat di lokasi. Perwira pertama TNI ikut memimpin jajarannya untuk ikut serta mengatasi persoalan pipa induk tersebut.

“Bagaimana pun ini sudah masuk dalam kategori bencana dan harus ditanggani bersama. Apalagi ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat,’’ katanya.

Sementara itu di hari bersamaan, Komisi III DPRD Sumbawa Barat sibuk menerima kedatangan sejumlah LSM. Sesuai jadwal, mereka akan melakukan hearing dengan komisi yang membidangi masalah infrastruktur tersebut.

Sejumlah kelompok masyarakat sipil yang hadir itu diantaranya Sahabat Bumi, Komunitas Literasi Anorawi, Sumbawa Barat Corruption Watch (SBCW), Lensa Pulau Sumbawa (LPS), Barisan Muda Sumbawa Barat (Barma), masyarakat konsumen PDAM, serta perwakilan mahasiswa Undova. Organisasi itu tetap mendesak adanya perbaikan kualitas layanan air bersih.

Perwakilan yang hadir di DPRD KSB ini mempertanyakan komitmen DPRD, Pemda dan PDAM untuk menyikapi agar kejadian seperti yang berlangsung saat ini tidak kembali terulang.

Sejumlah tuntutan lain juga disampaikan para pihak yang hadir, termasuk transparansi PDAM terhadap semua persoalan yang ada. Termasuk alokasi anggaran yang selama ini mereka terima. Namun hearing ini kembali ditunda, lantaran di saat bersamaan pihak PDAM tengah fokus menuntaskan penyelesaian dan penyambungan pipa induk di Desa Bangkat Monte Kecamatan Brang Rea.

“Rencananya akan kembali akan diagendakan pada Rabu (hari ini,red) dengan menghadirkan pihak PDAM, Bappeda, Dinas PU, BPBD, BLH dan Dinas Kesehatan,’’ kata Ketua Komisi III, Dinata Putrawan. (far/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *