Ketik disini

Giri Menang

Dapat Info dari Kertas Rongsokan, Berharap Segera Sembuh

Bagikan

*Cerita Warga yang Mengikuti Operasi Katarak Gratis

Pengobatan gratis yang digelar di Kantor Camat Gunungsari,kemarin, memberi berkah tersendiri bagi penderita katarak di Lombok Barat (Lobar). Mereka tak lagi dipusingkan dengan biaya besar.

***

PEREMPUANA�tua itu tertatih-tatih berjalan menuju mobil operasi katarak. Nenek usai 80 tahun yang diketahui bernama Papuk Nam terpaksa dipapah anaknya.

Ia terlihat susah berjalan, apalagi pendangannya sudah tak secerah waktu muda. Anaknya bernama Rupawan tanpak setia mendampingi sang ibu.

Rupawan tak membiarkan ibunya berjalan sendiri. Saat mendaftar maupun mengantre, ia selalu menemaninya.

Ketika menunggu sekitar satu jam lebih, nama Papuk Nam yang mengenakan baju putih dipadu kerudung abu akhirnya dipanggil. Begitu namanya disebut, nenek asal Desa Lelede, Kediri itu langsung berdiri.

Ia terlihat kegirangan. Maklum selama ini Papuk Nam sangat berharap penyakit katarak yang dideritanya bertahun-tahun bisa segera sembuh.
Dibantu petugas, Papuq Nam dibawa ke ruang operasi katarak, tepatnya di mobil warna hitam bertuliskan Yayasan Kemanusian Indonesia (YKI). Ia pun menjalani operasi yang memakan waktu hampir satu jam.

Usai dioperasi, Papuk Nam turun dari mobil. Ia pun disambut gembira sang anak. Perempuan lansia itu disuruh duduk sambil menunggu obatnya yang harus dikonsumsi.

a�?Ibu saya ini sudah lama mengidap penyakit katarak. Susah ngelihat,a�? aku Rupawan.

Ia mengaku cukup senang dengan operasi gratis ini. Selama ini, kata dia, ibunya hanya mengonsumsi obat yang dibeli dari apotik.

a�?Kami tidak punya uang untuk operasi. Adanya pengobatan gratis ini, kami sungguh senang. Ibu saya akhirnya dioperasi,a�? kata dia.

Berbeda dengan Papuk Nam, cerita lain diungkapkan penderita penyakit katarak, Maskur. Pria asal Desa Medas Barat Koko, Kecamatan Gunungsari ini sudah lama mengidamkan matanya dioperasi.

a�?Mau dioperasi tapi tidak punya uang,a�? ceritanya.

Ia mengaku, penyakit yang dideritanya sudah berlangsung tiga tahun. Pandangannya sudah kabur terutama mata bagian sebelah kanan.

a�?Dulu pernah adaa�Z yang jual obat, kita beli tapi reaksinya ndak ada,a�? terangnya.

Terhalang biaya, Maskur hanya bisa pasrah. Ia hanya melawan penyakit mata dengan berdoa saja. Apalagi, dirinya hanya pekerja serabutan.

a�?Pekerjaan saya tukang kebersihan di BTN Sandik, kadang kumpul barang rongsokan seperti botol bekas air mineral,a�? akunya.

Maskur menceritakan, dirinya mendapat kabar adanya operasi gratis ini saat mencari rongsokan. Ditengah kesibukan mencari botol bekas itu, kebetulan dirinya menemukan kertas.

a�?Saya temukan kertas seperti brosur, lalu saya pungut,a�? aku dia.

Penasaran dengan isi brosur itu, ia pun membaca. Ternyata isinya pengumuman perihal adanya operasi katarak gratis.

a�?Lalu saya baca, didalamnya ada infoa�Z pemeriksaan mata. Kalau pengumuman ndak pernah dengar. Terus saya datang dan daftar,a�? terang dia.

Ayah dua orang anak ini merasa gembira. Penyakit yang dialaminya bertahun-tahun akhirnya bisa dioperasi.

a�?Ini sangat membantu saya, apalagi ini gratis,a�? pungkasnya. (ISLAMUDDIN)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys