Ketik disini

Selong

Garam Lotim Masih Kualitas Rendahan

Bagikan

SELONG – Hingga kini Lombok Timur belum mampu menghasilkan garam kualitas super atau kw 1 sekalipun. Indikatornya tak ada pihak industri yang menggunakan garam dari daerah ini. ”Hasil tambak masih kualitas rumah tangga saja,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan M Tasywiruddin.

Padahal secara kuantitas, sudah bisa dihasilkan 20 ribu ton garam. Jumlah yang sebenarnya melebihi kebutuhan rumah tangga alias surplus. Akibatnya tidak sedikit yang hanya tersimpan di gudang dan menguap begitu saja. ”Tahun ini kita mulai dorong peningkatan kualitas itu,” jawabnya.

Dengan kualitas yang membaik, otomatis garam akan terserap industri. Tak hanya industri pangan. Bidang lain yang menggunakan garam sebagai bagian pencampuran juga sangat butuh garam berkualitas dalam jumlah besar. Secara keekonomian, pebisnis garam juga memperoleh peningkatan signifikan karena harga berbeda yang ditawarkan.

Peningkatan kualitas katanya dilakukan dengan pola korporatisasi. Sejumlah kelompok petambak yang berbeda namun ada dalam satu area mulai disatukan. Area tambak garam otomatis menjadi lebih luas. Dengan pekerja yang lebih banyak karena berhimpun. Mereka kemudian didorong memproduksi garam dengan pola modern. Tak lagi sekadar mengeringkan air laut seperti saat ini.

PR kedua yang juga harus dikerjakan instansinya terkait lahan tambak yang tidak produktif. Dari 1.383 hektare lahan yang ada, 1.177 hektare di antaranya merupakan lahan tidak produktif. Jika bisa diatasi, tentu makin banyak lagi garam yang akan dihasilkan daerah ini. ”Sekarang saja sudah 20 ribu ton, apalagi kalau bisa dimaksimalkan produktifitasnya,” pungkas Tasywiruddin. (yuk/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *