Ketik disini

Tanjung

Pengusaha Tetap Bayar Pajak Kok

Bagikan

* Meski di Lahan PT GTI/sub

TANJUNG – Pemkab Lombok Utara mengungkapkan hotel, restoran, dan tempat hiburan selama ini tetap menyetorkan pajak ke daerah. Termasuk pengusaha yang kini menempati lahan PT Gili Trawangan Indah (GTI).

”Semua tetap bayar pajak ke daerah,” ujar Kasi Pajak Daerah DPPKAD Lombok Utara Arifin, selasa (14/4).

Dijelaskannya, pajak yang ditarik dari pengusaha tersebut bervariasi. Untuk pajak restoran dan hotel dikenakan 10 persen sedangkan untuk pajak hiburan dikenakan 20 persen. ”Setiap bulan paling lambat tanggal 20 mereka membayar pajak,” paparnya.

Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan memang sebelum 2005 pengusaha yang menempati lahan PT GTI tidak pernah membayar pajak. Oleh  karena itu, wisatawan akhirnya lebih memilih tempat usaha yang ada di lahan PT GTI tersebut karena tidak dibebankan pajak. Pengusaha lain pun mengeluh dan ada yang menutup tempat usahanya karena sepi pengunjung.

Setelah kejadian tersebut, pemkab yang saat itu masih menarik pajak kepada pengusaha yang di lahan PT GTI berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009. ”Sampai sekarang pengusaha tetap taat membayar pajak,” katanya.

Namun diakui, masih ada pengusaha yang kerap telat dalam menyetorkan kewajibannya tersebut. ”Jika sudah telat kami langsung kirimkan surat penagihan,” jelasnya.

Dibandingkan tahun sebelumnya, pengusaha di Lombok Utara sudah mulai meningkat kesadarannya untuk melaporkan secara benar pendapatannya. ”Hampir seluruhnya wajib pajak sudah mengikuti prosedur. Setiap bulan pengusaha menyampaikan SPTPD,” pungkasnya. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *