Ketik disini

Metropolis

Ramai-ramai Jewer ITDC

Bagikan

* Jika Kembali Mencla-mencle Urus Mandalika Resort

MATARAM – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Resort, tak lagi bisa mencla-mencle. ITDC harus mewujudkan realisasi investasi pembangunan hotel di kawasan, menyusul kesiapan pemerintah pusat memberikan penyertaan modal Rp 1,8 triliun pada 2016.

“Seperti janji ITDC. Agustus, pembangunan hotel sudah harus dimulai dan sudah terwujud di dalam kawasan,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPM-PT) NTB Ridwan Syah, Selasa (14/4).

Pemerintah sudah memfasilitasi banyak hal. Termasuk yang terkahir dengan melakukan apa yang disebut dia sebagai the bottlenecking, atau membuka sumbatan.

“Kedatangan Bapak Presiden ke Mandalika Resort itu, the bottlenecking. Kalau ini sudah, lalu apa lagi yang harus ditunggu ITDC,” tandas mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika NTB ini.

Dia mengatakan, memang masih ada masalah lahan 135 hektare yang sedang dalam proses untuk clear. Namun, tak ada toleransi lagi bagi ITDC, jika terus menerus mengkambinghitamkan persoalan lahan itu sebagai kendala. Sebab, faktanya, lebih dari 1.000 hektare lahan sudah clear and clean. Sehingga, mereka bisa membangun di areal itu.

Tahun ini, ITDC sendiri telah mengantongi penyertaan modal sebesar Rp 250 miliar di APBN Perubahan. Keinginan ITDC mendapat penyertaan modal sebesar Rp 1,8 triliun pada 2016, telah disanggupi Presiden Joko Widodo.

Telah pula ada instruksi pada ITDC utuk melakukan pembenahan desain. Terutama terkait rencana membangun lapangan golf pada tahap awal sebagai daya tarik utama kawasan ini.

ITDC diminta benar-benar mengkaji, apakah lapangan golf itu bisa menjadi magnet orang datang berwisata ke Mandalika Resort. Yang diusulkan Kementerian BUMN malah sebuah landmark yang mampu menarik wisata keluarga.

Terpisah, Dirut ITDC Ida Bagus Wirajaya mengakui akan ada pembenahan desain. Dia mengatakan, saat ini yang sedang ITDC lakukan adalah menuntaskan badan jalan tahap pertama sepanjang 4 km, yang dihajatkan sebagai fasilitas investor untuk membangun propertinya.

Setelah jalan tuntas, ITDC memang sudah menjadwalkan pembangunan hotel milik sendiri termasuk jalan di areal lain dengan dana sebesar Rp 357 miliar. Hotel ITDC ini rencananya akan menggandeng Marriot sebagai pengelola. “Ground breaking ditargetkan pada Agustus 2015, dan sudah mulai operasi 2017,” ujarnya.

Properti pariwisata lain yang memiliki target membangun 2015 adalah lapangan golf dan satu hotel milik MNC, satu hotel milik Dharmakusala, dan satu hotel lain milik Indonesia International Developer Corporation. “Kami juga akan mendorong Mandiri Maju Bersama dan Tataguna untuk segera memulai proyeknya di Tanjung Aan pada 2015,” ujarnya. Mandiri Maju Bersama dan Tataguna, adalah dua perusahaan multi nasional, yang juga telah menyatakan kesiapan investasi di Mandalika Resort. (kus/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *