Ketik disini

Bima - Dompu

Sertifikat Prona Gagal Dibagi

Bagikan

DOMPU a�� Pembagian sertifikat Program Proyek Nasional Agraria (Prona) gagal dilakukan. Sedianya, penyerahan sertifikat dilakukan pada puncak peringatan Tambora Menyapa Dunia (TMD), Sabtu, 11 April lalu.Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dompu Kemal mengaku, penyerahan sertifikat gagal dilakukan lantaran Menteri Agraria tidak bisa hadir.

a�?a��Sebenarnya pada puncak TMD kita akan serahkan 1.720 sertifikat masyarakat Pekat. Tapi rencana itu gagal,a�? ungkapnya. Dia mengaku, proses penyerahan sertifikat prona tetap dilakukan dalam waktu dekat. a�?a��Nanti kita adakan acara sendiri untuk penyerahan sertifikat,a�? katanya.

Dijelaskan, total jatah sertifikat prona untuk Dompu sebanyak 5.398. Hingga kini telah berhasil diterbitkan sebanyak 40 persen. Sedangkan yang sudah diukur mencapai 70 persen.

a�?a��Pembagian nanti, kita tidak menunggu pengukuran dan penerbitan sertifikat rampung. Karena kalau tunggu tuntas prosesnya lama. Sekitar bulan September baru selesai,a�? tuturnya.

Jatah sertifikat prona, katanya, untuk seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Dompu. Namun tahun 2015, alokasi diperbanyak untuk Kecamatan Pekat. Ini dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan TMD. a�?a��Pertimbangan juga karena lokasi Pekat jauh dari wilayah kota. Makanya kita prioritaskan,a�? ungkapnya.

Dia mengungkapkan, untuk menuntaskan proses sertifikat lahan di Dompu membutuhkan waktu lama. Pasalnya, luas potensi areal yang belum di sertifikat mencapai 221 ribu hektare. Sedangkan, hingga kini pihaknya baru menerbitkan 71 ribu hektare sertifikat.

a�?a��Kalau per tahun jatah kita hanya 5 ribu, maka kita butuh waktu 6 sampai 7 tahun untuk menerbitkan sertifikat,a�? terangnya. Untuk tahun 2016 mendatang, telah diusulkan sebanyak 11 ribu hektare sertifikat prona. Dalam mendukung usulan itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten supaya memberikan bantuan alat ukur.

a�?Selama ini kita hanya melakukan pengukuran secara manual dan dibantu satu alat ukur saja. Kita berharap ada bantuan 2 alat ukur lagi dari pemerintah daerah supaya pekerjaan kita cepat,a�? harapnya. (di/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *