Ketik disini

Praya

Warga Desak Kades Mujur Dipecat

Bagikan

* Karena Sudah Menjadi Tersangka

PRAYA – Perwakilan warga Desa Mujur, yang tergabung dalam aliansi pemuda masyarakat keadilan (APMK), mendatangi ruangan bagian hukum Pemkab Loteng. Mereka mendesak menerbitkan surat keputusan (SK) pemecatan kepada kepala desa (Kades) Mujur Nurdji.

Desakan ini dianggap mendasar, karena Kades Mujur telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya. Warga pun mengklaim telah mengetahui penerbitan surat perintah penyidikan (sprindik) yang dikeluarkan jaksa.

Atas informasi itu, mereka meminta pemerintah bersikap tegas. Dengan cara, memecat kades bersangkutan berdasarkan ketentuan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jika tidak, mereka mengancam kembali melakukan penyegelan kantor desa dan mendatangi kantor bupati secara besar-besaran.

“Ingat, sebelumnya kami pernah menyegel kantor Desa Mujur selama dua minggu. Masa kami harus membakar itu kantor desa baru pemerintah bertindak,” ujar sejumlah warga, kemarin di ruang bagian hukum Pemkab Loteng.

Ketua APMK Saiful Azhar membeberkan, selama memimpin, kades diduga tidak pernah menyusun dokumen keterangan pertanggungjawaban setiap penggunaan anggaran pembangunan desa. Kasus itu pun, ungkap Saiful, membuat sebagian warga bereaksi hingga melaporkannya ke jaksa.

Gejolak sosial di tingkat masyarakat, kata Saiful, tidak bisa dihindari. Apalagi, kades diduga sesuka hati mengelola anggaran desa tanpa melibatkan aparatur desa dan masyarakat. “Desa kami sudah tercoreng, gara-gara perbuatan satu orang,” sebutnya.

Untuk memastikan status kades, pihaknya meminta bagian hukum bersurat ke jaksa. “Kami juga meminta janji Wakil Bupati HL Normal Suzana. Tolong itu ditepati,” tegasnya.

Menanggapi desakan itu, Kasubag Hukum Pemkab Loteng Baiq Mulyanah mengatakan, akan melaporkan tuntutan warga kepada Kabag Hukum. Selanjutnya, dikonsultasikan dengan Asisten I Setda Loteng dan pihak berwenang lainnya. “Prinsipnya, kami sudah memahami apa yang diinginkan warga,” kata Mulyanah. (dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *