Ketik disini

Selong

Warga Senang, Tak Perlu Pergi ke Kantor Pos

Bagikan

WAKTU menunjukkan pukul 14.00 Wita ketika sejumlah warga sudah mulai memenuhi halaman Kantor Desa Bagik Payung, Suralaga. Ada pria, wanita, tua, dan muda. Sejumlah kakek dan nenek lanjut usia juga ada. Beberapa membawa serta anaknya yang masih balita.

Kedatangan mereka memenuhi kantor desanya bukan untuk melakukan demo. Mereka tidak bermaksud menurunkan sang kepala desa (Kades). Mereka hendak mengambil dana kompensasi BBM yang dijanjikan pemerintah. Tercatat ada 800 warga tak mampu yang berhak menerima di desa itu. Satu demi satu dipanggil menurut antreannya. a�?Nama saya dipanggil,a�? teriak seorang ibu kegirangan.

Ia lantas berlari masuk ke dalam kantor desa. Kurang dari lima menit, ia sudah keluar lagi dengan segepok uang di tangan. Totalnya Rp 600 ribu per kepala keluarga untuk keperluan dua bulan. Begitu seterusnya.

Semua terlihat begitu antusias. Selain karena pembagian yang lancar, mereka juga tak perlu bersusah payah mengambil dana di kantor pos. Desa ini memang berhasil melobi pihak Pos agar melakukan pembagian di desa saja. Alasan efisiensi menjadi hal yang dipertimbangkan. a�?Supaya warga saya tidak susah payah ke kantor pos, kan jauh,a�? kata KadesA� Bagik Payung Lalu Muhir.

Cara yang tidak menghimpun masa dalam satu lokasi seperti ini mungkin perlu dikedepankan. Penerima tak lagi harus jauh bepergian. Mereka juga tak perlu berdesakan, dari segi ongkos tentunya tak banyak yang dikeluarkan.

Bahkan bila perlu tak hanya saat pembagian dana kompensasi BBM saja. Mungkin hal ini perlu dicoba pada kegiatan-kegiatan lainnya agar lebih efisien. (Wahyu/Lombok Post)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys