Ketik disini

Headline Metropolis

Aturan yang Aneh!

Bagikan

*Minuman Beralkohol Rendah Ditertibkan, Beralkohol Tinggi Hanya Dievaluasi

MATARAM a�� Peredaran minuman keras (miras) golongan A bakal disisir. Penertiban mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2015. a�?Minimarket dan warung-warung akan kita datangi semua besok (hari ini, Red),a�? kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Mataram Wartan, kemarin (15/4).

Dikatakan, dalam peraturan menteri, sasarannya miras golongan A. Itu berarti hanya yang memiliki kandungan alkohol di bawah lima persen. a�?Saya normatif saja. Sesuai dengan Permendag,a�? sambungnya.

Dalam Permendag disebutkan minuman beralkohol golongan A atau di bawah lima persen seperti bir, bir hitam, dan minuman ringan beralkohol tidak boleh lagi ada di minimarket. Sementara di hotel dan restoran, minuman beralkohol, baik rendah maupun tinggi, masih boleh dijual. Syaratnya minuman itu tidak boleh dibawa pulang.

Sedangkan pembelian minuman beralkohol di hypermarket atau supermarket tidak sembarangan. Pembeli dibolehkan membeli bir di atas usia 21 tahun dengan menunjukkan KTP. Mengenai miras golongan B dan C, Wartan mengatakan, itu tidak masuk dalam pengendalian Permendag Nomor 6 Tahun 2015. Meski begitu, ia memastikan soal peredaran miras beralkohol tinggi bakal dikaji kembali. a�?Soalnya untuk yang tinggi itu ada izinnya memang,a�? tukasnya.

Pernyataan resmi dari Wartan seakan mengindikasikan kalau miras masih diperbolehkan beredar di Mataram. Parahnya, yang boleh beredar itu justru miras dengan kandungan alkohol tinggi. Artinya, bahaya peredaran miras masih mengancam.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Cokorda Sudira menyebutkan, soal keberadaan miras golongan B dan C di Mataram sudah ada izin. Izin dari miras tersebut bakal kembali dievaluasi menyesuaikan dengan Permendag maupun peraturan daerah (perda). a�?Setelah koordinasi dengan semua baru tahu nanti seperti apa langkahnya,a�? katanya.

Penjualan miras sendiri sesuai ketentuan dilarang berdekatan dengan tempat pendidikan dan rumah ibadah. Di Mataram sendiri, ada penjual miras golongan B dan C berdekatan dengan sekolah dasar (SD). Toko berinisial L sudah masuk radar Pemkot Mataram untuk dievaluasi.

Bagaimana dengan peredaran miras di tempat karaoke atau rumah bernyanyi keluarga? Sejauh ini beum ada langkah pasti dari pemkot. Cokorda yang ditanya berkali-kali wartawan hanya menjawab normatif. a�?Kita akan evaluasi,a�? tandasnya singkat.

Sedangkan di lapangan, pedagang belum banyak tahu soal aturan peredaran bir. a�?Saya baru beli satu kerat bir,a�? kata salah satu pedagang yang namanya enggan dikorankan, kemarin (15/4).

Dikatakan, belum ada informasi soal larangan menjual bir dari pemerintah. Ia pun bingung bila bir yang baru dibeli dilarang dijual. a�?Terus ini bagaimana nasib bir saya,a�? sambungnya. (feb/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *