Ketik disini

Ekonomi Bisnis

BI Prihatin Maraknya Peredaran Upal

Bagikan

MATARAM – Penggerebekan sindikat uang palsu (upal) di Kabupaten Lombok Timur, (13/4) mengundang keprihatinan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB Pridjono. Dia menilai, kasus ini menunjukkan penyebaran uang palsu di NTB masih cukup marak.A� a�?Kasus ini harus mendapat atensi kepolisian agar upal tidak banyak tersebar di masyarakat,a�? tandasnya.

Sebelumnya, Polres Lotim telah mengamankan upal sekitar Rp 12 juta, terdiri atas 96 lembar upal pecahan Rp 100 ribu dan 65 lembar upal pecahan Rp 50 ribu.

Pridjono mengimbau kepada masyarakat, untuk selalu waspada terhadap peredaran upal. Karena oknum-oknum yang tidak bertangging jawab ini akan terus mencari celah demi keuntungan pribadi.

a�?BIA� tetap gencar melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah. Seperti mensosialisasikan cara mengenali ciri-ciri uang asli dengan 3D (dilihat, diraba, diterawang),a�? ungkapnya.

Pada sisi lain dia menilai sudah waktunya masyarakat bertransaksi dengan uang non tunai. Cara ini dinilainya dapat mempersempit peredaran upal di masyarakat.

a�?Secara nasional gerakan ini baru 0,6 persen berjalan. Sementara Singapura sudah 16 persen, Thailand 2,5 persen, Malaysia 7,5 persen, bahkan Nigeria 10 persen,a�? jelasnya. (cr-ewi/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys