Ketik disini

NASIONAL

Gaduh di Jawa Timur

Bagikan

HARIA�terakhir pelaksanaan UN 2015 berbasis kertas (paper based test/PBT) kemarin tidak hanya diwarnai kebocoran soal ujian. Tetapi juga terjadi kegaduhan yang luar biasa di Jawa Timur. Pemicunya, butir soal listening bahasa Inggris tidak cocok dengan pilihan jawaban di lembar ujian.

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, kekacauan UN bahasa Inggris itu tidak boleh merugikan siswa. Mantan rektor Unviersitas Paramadina Jakarta itu menjelaskan, memang benar terjadi ketidakcocokan antara butir soal listening dengan opsi jawaban di lembar ujian.

Setelah ditelusuri ternyata akar masalahnya ada di dapur Kemendikbud sendiri. Anies menceritakan masalah yang dialami siswa peserta UN bahasa Inggris di Jatim disebabkan terjadi kesalahan saat penyerahan arsip naskah ujian dengan CD suara untuk butir soal listening.

“Jadi akibat kesalahan ini, CD listening yang diserahkan ke perusahaan pengganda, tidak cocok dengan naskah ujian yang dicetak,” kata Anies. Dia mengatakan baik percetakan naskah maupun pengganda keping CD listening tidak bersalah dalam kasus ini.

Terkait sanksi untuk petugas atau panitia UN di Kemendikbud, Anies mengatakan masih perlu pendalaman lagi. “Tentu akan ditelisik dulu,” kata dia. Sehingga bisa diketahui dengan persis kesalahannya di mana dan bagaimana.

Setelah diketahui terjadi ketidakcocokan materi ujian listening itu, Anies memutuskan membatalkan 15 butir soal listening. UN untuk mata pelajaran bahasa Inggris terdiri dari 35 butir soal bacaan dan 15 butir listening.

Anies menegaskan meskipun 15 butir soal ujian listening dibatalkan, siswa tetap bisa mendapatkan nilai 100. Asalkan siswa bisa menjawab dengan benar 35 butir soal bacaan. Sedangkan untuk mendapatkan nilai akhir, Kemendikbud menetapkan pembaginya bukan 50 butir soal, tetapi hanya 35 butir saja.

Dengan beragam masalah yang terjadi, Anies mengatakan permasalahan dalam UN berbasis komputer (computer based test/CBT) relatif lebih kecil skalanya dibanding UN berbasis kertas. Sehingga memantapkan langkah Kemendikbud untuk memperbanyak lokasi UN CBT tahun depan.

Banyak potensi masalah yang bisa diputus ketika UN dilaksanakan dalam format CBT. Kasus seperti pembocoran naskah UN oleh oknum percetakan atau guru, tidak bakal terjadi. Kalaupun terjadi, pelakunya bisa cepat ditelusuri karena tidak banyak “tangan” yang terlibat dalam UN CBT.

Masalah teknis lain seperti pengiriman naskah terlambat, jumlah naskah kurang, dan hasil cetakan naskah yang tidak sempurna, tidak bakal terjadi di UN CBT.

Meskipun begitu pelaksanaan UN CBT bukan tanpa masalah. Pada hari pertama pelaksanaan UN CBT, banyak laporan server komputer yang mati. Sehingga siswa tidak bisa login. Kasus seperti ini akan dibenahi dalam UN CBT tahun depan.

“Saya katakan UN tahun ini relatif lebih lancar. Meskipun begitu belum sempurna atau sama sekali tidak ada masalah,” kata Anies. (wan/idr/gun/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys