Ketik disini

Xpresi

Jual Beli Barang Second

Bagikan

UDAH nabung untuk bisa membeli barang yang Xmud perlukan, eh ternyata barang tersebut sudah habis terjual karena stok terbatas. Akhirnya Xmud mencari di situs jual beli online, siapa tahu ada yang menjual barang serupa. Ternyata ada, namun barang tersebut merupakan barang second alias sudah dipakai.

Dengen beberapa pertimbangan, Xmud akhirnya membeli barang tersebut. Tentunya dengan harga yang lebih murah. Setelah barang tersebut sampai di tangan Xmud, ternyata kualitas barang buruk karena ada cacatnya.

Nah, itu salah satu resiko membeli barang second. Jika Xmud nggak hati-hati dan teliti, maka barang yang Xmud beli merupakan barang cacat atau bahkan rusak.

”Hati-hati jika membeli barang second, harganya murah tapi kualitasnya nggak terjamin,” ujar Ahmad Ardiansyah, siswa SMAN 3 Mataram.

Ahmad mengaku dia nggak pernah membeli barang second. Sebaiknya membeli barang yang baru. Walaup0un mahal, tapi kualitas terjamin dan ada garansi.

Berbeda dengan Sonya Arnes Ratuloly, ia mengaku pernah membeli barang second. Namun bukan lewat online, melainkan si penjual barang yang datang ke rumah.

”Beli HP dan laptop, karena si penjual bawa barangnya langsung jadi saya bisa periksa dulu. Kualitasnya masih bagus kok,” kata siswa SMAN 2 Mataram ini.

Sebanyak 62 persen responeX senada dengan perkataan Sonya, mereka mengatakan membeli barang second tersebut karena kualitasnya masih bagus. 18 persen memilih membeli barang second karena jika bosan bisa dijual lagi, dan 13 persen lainnya karena nggak cukup uang membeli barang baru.

Ada yang membeli, ada juga yang menjual barang second. Biasanya nih yang menjual barang second lebih banyak melalui online, sebab pembeli nggak bisa mengecek barang yang mereka jual apakah masih terjamin kualitasnya atau nggak.

Tapi ada juga yang mempromosikan barang second yang dijual lewat mulut ke mulut, SMS, atau BBM,sehingga pembeli dan penjual dapat bertemu langsung. Cara ini lebih aman agar Xmud sebagai pembeli nggak tertipu.
Salah satu Xmud yang pernah menjual barang second yaitu Dimas Idham S, siswa SMPN 2 Mataram ini menjual barang-barang elektronik di rumahnya.

”Karena saya mau membeli barang baru, daripada numpuk di gudang lebih baik dijual,” kata cowok berusia 14 tahun ini.

Hasil survei Xpresi mendapati sebanyak 25 persen responeX beralasan sama dengan Dimas ketika ditanya mengapa menjual barang yang sudah dipakai, 37 persen mengatakan bosan dengan barang tersebut, 13 persen karena barang tersebut sudah cacat atau rusak, dan 6 persen lainnya mengatakan butuh uang.

Membeli atau menjual barang second boleh-boleh saja. Namun, berhati-hati bagi Xmud yang membeli, jangan sampai tertipu dan mendapatkan barang rusak. Nah, untuk Xmud yang menjual barang second, juallah barang yang masih dalam kondisi bagus dengan harga yang setara kualitas barang. (atr)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *