Ketik disini

Sumbawa

Latih Masyarakat Kelola Destinasi, Siapkan Buku Destinasi Sumbawa

Bagikan

Pemerintah Sumbawa harus berterimakasih pada Adventurous Sumbawa. Kerja komunitas ini dalam mempromosikan pariwisata, lebih militan dibandingkan dinas pariwisata. Bahkan, anggota komunitas juga melatih dan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sebenarnya tugas pemerintah.

***

FORUM diskusi di facebook itu cukup ramai. Salah seorang anggota memposting foto sampah yang di air terjun Agal, Desa Marente, Kecamatan Alas. Berbagai cibiran muncul. Sumpah serapah dikeluarkan. Semua anggota yang ikut dalam diskusi itu menentang sampah yang ditinggalkan pengunjung.

Debat mengalir. Banyak tawaran solusi. Mulai dari cara keras, cara lunak, hingga perlunya membuatkan aturan agar Agal lebih terkelola dengan baik.

Lain waktu, di grup Adventurous Sumbawa diposting suasana pertemuan di Kantor Desa Marente. Di dalam foto itu dijelaskan, anggota komunitas Adventurous Sumbawa sedang berdikusi dengan karang taruna, tokoh pemuda, staf desa, dan tokoh masyarakat. Bahasan hari itu, bagaimana mengelola potensi pariwisata di kawasan pegunungan itu.

Ketika Lombok Post berkunjung ke Marente akhir bulan lalu, ada yang didiskusikan di grup itu ternyata terbukti. Misalnya terkait pengelolaan kawasan wisata Marente. Masyarakat kini lebih siap menjadi tuan rumah yang baik. Kini sudah ada organisasi pemandu (guide), rute ke lokasi-lokasi wisata sudah terpasang dengan baik. Tempat parkir kendaraan sudah tersedia. Semuanya itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

a�?Memang kami ajak masyarakat untuk menjadi pelaku wisata di rumah mereka,a��a�� kata Ketua Adventruous Sumbawa, Takwa Sajidin.

Dengan dana a�?sawerana�? Adventurous Sumbawa menggelar pelatihan pengelolaan pariwisata. Mereka juga mendekati para tokoh masyarakat di tempat itu. Para tokoh diberikan gambaran manfaat pariwisa. Sebab di beberapa tempat, kadang tuan rumah mereka risih dengan banyak orang datang. Atau mereka tidak bisa mengambil manfaat dari orang yang datang. Pengalaman ini pernah dilakukan di Desa Mantar, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kini, di desa itu, masyarakat menyiapkan rumah mereka sebagai tempat menginap tamu. a�?Masyarakat menjadi tuan di rumah sendiri,a��a�� kata Takwa.

Selain melatih, Adventurous Sumbawa juga membantu penguatan kelembagaan. Misalnya saja Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang sebenarnya program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Di Desa Marente, Pokdarwis yang ada justru dibantu oleh Adventurous Sumbawa. Belakangan barulah diwacanakan akan mengundang pemerintah dalam kegiatan mereka. Bagaimana pun juga, akses menuju destinasi di Desa Marente itu butuh dukungan pemerintah. Akses jalan dan lampu penerangan sangat dibutuhkan.

Menurut Takwa, jika masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi wisata itu diberdayakan, mereka akan mendapat manfaat dari keindahan alam di tempat mereka. Manfaat ekonomis yang didapatkan membuat masyarakat dengan sendirinya sadar untuk menjaga kelestarian desa mereka. Itu bisa dilihat ketika sampah yang menumpuk di tempat-tempat wisata dibersihkan sendiri oleh masyarakat.

Selain aktif mempromosikan pariwisata di dunia maya, Adventurous Sumbawa juga tetap promosi secara langsung. Takwa sendiri, sudah dua tahun bekerjasama dengan biro perjalanan wisata yang cukup besar. Dia berani memegang tanggungjawab untuk mengantar dan melayani tamu untuk kawasan Nusa Tenggara. Kebetulan perusahaan rekanannya itu ada di Bali. Beberapa tamu yang berkunjung ke Lombok, Sumbawa, hingga NTT sudah sering dibawa Takwa. a�?Dua kapal pesiar besar sudah menjadi langganan kami,a��a�� katanya.

Sayangnya, kegiatan komunitas yang membantu mempromosikan pariwisata Sumbawa ini kurang perhatian pemerintah. Terkesan pemerintah takut disaingi, dan menghalang-halangi. Beberapa waktu lalu tamu para anggota Adventruous Sumbawa berkunjung ke Sumbawa. Karena banyak mereka menyewa bus. Tapi begitu berkunjung ke Istana Dalam Loka, parkir bus mereka dipersulit. Pemerintah yang bertanggungjawab soal parkir, terkesan mencari alasan agar wisatawan itu tidak nyaman berlibur di Sumbawa. a�?Padahal kami bawakan wisatawan,a��a�� katanya.

Begitu juga dengan buku destinasi pariwisata yang disusun anggota Adventurous Sumbawa. Setidaknya sudah ada 75 destinasi yang ditulis, lengkap dengan foto dan videonya. Pernah dicetak secara mandiri. Tapi karena keterbatasan dana, akhirnya cetakan tidak maksimal. Padahal kualitas foto dan video yang dibuat jauh lebih bagus dari produk promosi yang dibuat pemerintah. Tidak sedikit anggota Adventurous Sumbawa adalah fotografer profesional. (Fathul Rakhman/Sumbawa)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys