Ketik disini

Praya

Putrie: Dakwaan Berisi Fitnah

Bagikan

* Relokasi Pantai Kuta Berujung Pidana

PRAYA – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Lombok Tengah HL Muhammad Putrie menegaskan, dakwaan berisikan kronologis perusakan bangunan ilegal hotel Lombok Baru milik Minarni fitnah belaka. Khususnya pada poin keterangan saksi.

Dalam surat dakwaan tertulis, terdakwa dalam melaksanakan relokasi dan penertiban pantai Kuta, secara langsung memerintahkan I Wayan Pujiharta, sopir alat berat Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat, untuk merobohkan bangunan ilegal milik Lombok Baru.

“Diceritakan saya menunjuk tangan kanan saya. Lalu saya berkata stempel dan bangunan ini dihancurkan, langsung bongkar, dan rusak.A� Cepat segera hancurkan bangunan itu, waktu tinggal sedikit,” beber Putrie pada Lombok Post, Rabu (15/4).

Kata perintah itu, diakui Putrie hanya karangan indah atau fitnah. Karena, pada saat itu dia tidak ada dilokasi. Kecuali, kerumunan warga yang berupaya secara kelompok melakukan tindakan represif terhadap bangunan Lombok Baru.

Tindakan warga itu pun, ungkap Putrie cukup mendasar. Karena, dari sekian banyak bangunan di Pantai Kuta, hanya satu yang tersisa yaitu milik Minarni. Pemkab pun dituding pilih kasih. Hingga dalam hitungan menit bangunan yang dimaksud rata dengan tanah.

Salah satu tokoh wilayah selatan Gumi Tatas Tuhu Trasna itu pun dituding di balik rusaknya Lombok Baru. “Ingat, ratusan orang menyaksikan. Saya tidak pernah memerintah atau menyuruh siapa-siapa, baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata Putrie.

Pria berkumis tipis ini pun menekankan, agar yang membuat dugaan keterangan palsu itu dapat mempertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Karena apa yang disampaikan itu fitnah. “Saya dianggap bertentangan dengan surat keputusan bupati,” kata pria asli Desa Ketare itu.

Dikatakan Putrie, pengerusakan itu terjadi pada 31 Oktober 2013 lalu. Dia pun dituduh memimpin aksi itu disaksikan secara langsung Kasat Pol PP Murti, mantan Kapolsek Kuta Mujahidin, Kabid Pengembangan Disbudpar Lalu Sungkul, Asisten II Setda Loteng Nasrun dan sejumlah anggota Satpol PP serta kepolisian.

“Dalam dakwaan, saya dituduh menyuruh, menyerukan, meminta dan memerintah pada I Wayan Pujiharta untuk merusakan hotel Lombok Baru. Kapan itu saya katakan,” ujar Putrie sembari menggeleng-gelengkan kepala.

Kendati demikian, untuk mengungkap ini, pihaknya siap membongkar fakta yang sebenarnya dalam pengadilan yang direncanakan dilaksanakan hari ini (Kamis) di Pengadilan Negeri (PN) Praya. “Pada saatnya, kebenaran itu akan terungkap,” kata Putrie.

Sementara itu, Kabag Hukum Sekda Loteng Mutawali mengatakan, telah menyiapkan dua pengacara mendampingi Kepala Disbudpar. Masing-masing satu advokat internal pemkab yaitu Yunanto SH dan satunya lagi dari eksternal. “Kami siap mengungkap fakta yang sebenarnya, di hadapan majelis hakim,” kata pria berkumis tebal itu.

Disinggung fakta apa? Mutawali enggan membeberkannya. “Kita sama-sama mendengarkan saja proses persidangan ini,” tambahnya.(dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys