Ketik disini

Metropolis

Ada TKW Setahun di Peti Es

Bagikan

MATARAM – Jenazah Kamsiar Binti Sahabuddin Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Juran Alas, Kecamatan Sumbawa, NTB sudah setahun berada di Rumah Sakit King Abdul Azis Jeddah. Kordinator advokasi Yayasan Panca Karsa Endang Susilowati mengatakan informasi itu dia peroleh dari rekannya bernama Arif Mahmudi.

“Informasi yang kami terima bahwa jenazah TKW asal Sumbawa bernama Kamsiar Binti Sahabuddin masih berada di King Abdul Azis Hospital Jeddah. Sudah setahun jenazah itu belum diserahkan kepada keluarganya,” kata Endang kepada Lombok Post.

Menurut dia, Kamsiar merupakan TKW yang diketahui menderita penyakit tumor. Kuat dugaan penyakitnya itu yang menyebabkan meninggal dunia. Bahkan pihaknya sudah bersurat ke Konsulat Jendral RI di Jeddah agar jenazah wanita kelahiran 28 April 1984 itu dapat dipulangkan.

Hanya saja, Endang belum mengetahui pasti apakah pihak keluarga Kamsiar sudah mengetahui kabar ini. Dia berharap pemerintah NTB segera bertindak untuk menelusuri informasi tersebut. Sejauh ini, kata Endang pihaknya sudah memperoleh surat keterangan dari Kepala Desa Juran Alas yang membenarkan bahwa Kamsiar sebagai warganya. “Kita berahrap KJRI, Kementerian Luar Negeri, BNP2 TKI, atau BP3 TKI segera menelusuri dan memulangkan jenazah Kamsiar. Kita kan nggak tahu apa benar dia meninggal karena tumor atau penyebab lainnya,” tegas dia.

Sementara itu Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan keprihatinannya atas sejumlah persoalan yang dihadapi TKW di luar negeri. Bahkan, politikus Partai Gerindra itu mengusulkan kepada pemerintah agar moratorium penempatan TKW di negara kawasan Timur Tengah. Moratorium itu khusus bagi tenaga kerja wanita guna menekan berbagai kasus yang dihadapi TKW.

Fadli mengaku sudah bertemu dengan Menteri Tenaga Kerja terkait usulan moratorium tersebut. Pemerintah punya kewajiban untuk memperhatikan keselamatan warganya yang bekerja di luar negeri. Berbagai kasus baik penyiksaan oleh majikan hingga kematian tenaga kerja Indonesia harus mendapat respon cepat dari pemerintah. “Saya mengusulkan moratorium TWK terutama ke negara Timur Tengah. Kalau laki-laki nggak apa-apa. TKW itu bisa diarahkan ke negara seperti Hongkong yang persatuannya lebih kuat,” kata Fadli kepada wartawan.

Tokoh yang sempat menghebohkan Cina gara-gara foto selfienya dengan Presiden Xi Jinping mengaku prihatin dengan berbagai kasus kekerasan terhadap TKI. Dia juga menyebutkan sekitar 200 TKI terancam hukuman mati di luar negeri. Sebagai WNI menurut Fadli Zon mereka berhak mendapatkan pembelaan dari pemerintah. Dia mendorong agar pemerintah lebih keras dan membela WNI. Tidak perlu ada desakan legisaltor untuk penuntutan, otomatis pemerintah harus mengambil sikap tegas,” ungkap dia. (tan/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *