Ketik disini

Sumbawa

Banjir Terjang Tiga Kecamatan

Bagikan

SUMBAWA – Di penghujung musim hujan, banjir kembali menerjang Kabupaten Sumbawa. Kali ini, banjir menerjang sejumlah desa di Kecamatan Moyo Utara, Moyo Hilir dan Kecamatan Lape. Banjir ini terjadi sejak Sabtu (25/4) pekan lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Mukmin membenarkan terjadinya bencana tersebut. Dikatakan, di Kecamatan Moyo Utara, banjir merendam Desa Songkar. Di Kecamatan Moyo Hilir, banjir terjadi di Dusun Sengkal, Desa Batu Bangka dan di Desa Ngeru.

Di Dusun Sengkal, banjir merendam 321 rumah warga dan 12 hektare lahan penduduk. Selain itu, sawah milik warga juga ikut terendam banjir dengan ketinggian satu meter lebih. Sementara di Desa Ngeru, sebanyak 35 rumah penduduk terendam banjir.

Di Kecamatan Lape, Desa Mama, Langam dan Berora masih belum terdeteksi. Lokasi tersebut merupakan hulu sungai. Untuk sementara di lokasi tersebut masih belum diketahui data-data kerusakan akibat banjir. Sebab, Sabtu lalu lokasi tersebut masih belum bisa diakses akibat banjir di seluruh kawasan pinggir sungai. Lokasi tersebut baru bisa diakses kemarin.

Untuk sementara, BPBD sudah memberikan bantuan air bersih. Karena di semua lokasi sumur milik warga terendam air. Dalam kondisi seperti ini, yang paling dibutuhkan oleh warga adalah air bersih.

”Kami sudah memberikan bantuan air bersih. Hingga saat ini kami juga masih berada di lapangan,” ujar Mukmin kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin.

Secara terpisah, Kepala Desa Songkar, H Junaidi mengatakan, musibah tersebut tentu sangat merugikan warga setempat. Sebagian besar rumah warga nyaris terendam. Parahnya, hasil panen petani yang belum sempat di angkut dari sawah, hanyut dibawa banjir.

Dikatakan, air masuk ke semua rumah warga. Terkecuali rumah panggung. Kemudian di sawah, padinya tidak kelihatan karena air banjir itu. Kemungkinan semua padi yang sudah dipanen hanyut.

a�?Kami tidak menyangka kalau akan banjir, kami kira sudah musim kemarau. Makanya hasil panen tidak langsung diangkat dari sawah,”A� katanya.

Junaidi mengaku belum mengetahui total kerugian masyarakat yang disebabkan banjir bandang tersebut. Kata dia, tunggu airnya surut, baru pihaknya akan menghitung kerugian masyarakat.

”Untuk sekarang (kemarin, red) masyarakat masih sibuk memindahkan barang-barang. Ada juga yang ke sawah, lihat siapa tahu ada padi yang bisa diselamatkan, mereka ingin angkut untuk diselamatkan,” katanya.

Ketinggian banjir tidak menentu, tergantung tempatnya. Ada tempat yang dimana banjir itu ketinggiannya hingga dada orang dewasa. Ada juga tempat yang ketinggian banjirnya samapi leher orang dewasa.

”Ada tempat tinggi dan ada tempat rendah,” ujarnya.

Diungkapkan, banjir tersebut disebabkan oleh sungai yang ada di wilayah desa tersebut terlalu sempit. Tentu, kondisi sungai yang seperti itu tidak bisa menampung air yang begitu besar.

”Karena terlalu sempit sungai itu sehingga meluap sampai ke pemukiman,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah jauh hari sudah sering dilaporkannya kepada pemerintah kabupaten (Pemkab). Namun, Pemkab belum bisa melakukan pelebaran sungai.

”Makanya saya sudah sering bilang ke yang di atas (Pemkab, red) agar sungai itu diperlebar,” pungkasnya. (run/ony/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys