Ketik disini

Headline Metropolis

Konsep Pariwisata Syariah Digodok

Bagikan

* Gubernur: Masih Tahap Sosialisasi

MATARAM – Kendati telah ditetapkan sebagai satu dari 11 destinasi wisata syariah di Indonesia, konsep wisata ini masih belum sepenuhnya berjalan. Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi memastikan, masih banyak hal yang harus disiapkan.

a�?Saat ini kita sedang dalam tahap sosialisasi dan penyiapan perangkat,a�? kata orang nomor satu di NTB ini.

Dia tak menampik, kalau pengembangan industri pariwisata NTB memang akan menuju pada wisata syariah. Terlebih saat ini kata dia, konsep wisata ini terus berkembang pesat di luar negeri seperti Jepang dan Korea. Bukan hanya di negara-negara berpenduduk muslim.

a�?Kita kan memiliki potensi. Jadi mengapa tidak,a�? kata gubernur. Apalagi kata dia, di Indonesia saat ini belum ada destinasi wisata keluarga atau wisata syariah yang berkembang. a�?Kita di NTB yang mencoba mengembangkan itu,a�? tambahnya.

Gubernur mengatakan, konsep wisata syariah ini akan dimulai dengan hal-hal yang sebetulnya biasa. Misalnya menyiapan sertifikasi halal bagi hotel dan restoran. Seluruh hotel juga diarahkan untuk menyiapkan tempat ibadah yang memadai bagi umat islam secara bersama-sama.

Di dalam kamar juga diarahkan dengan menyiapkan penunjuk arah kiblat. Lalu juga menyiapkan kamar mandi yang dilengkapi dengan fasilitas untuk mengambil air wudhu.

Rencananya, tahun ini diharapkan seluruh hotel berbintang di NTB sudah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia. Sertifikasi halal itu memastikan hotel dan restoran tidak mencampur proses pembuatan makanan dan minuman halal dan non halal dalam satu dapur. Termasuk juga diolah oleh peracik makanan dan minuman yang berbeda.

Sejauh ini, baru sembilan hotel berbintang di NTB yang sudah mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Sebagian besar berada di Kota Mataram. Sementara di kawasan wisata seperti Senggigi, dan kawasan wisata lain di Gili Trawangan, belum mengantongi sertifikat tersebut.

Kendati hendak mengembangkan wisata syariah, gubernur memastikan konsep ini tidak hendak membunuh pariwisata konvensional yang kini tengah booming. Wisata syariah tak ubahnya seperti diversifikasi industri pariwisata. Sehingga, akan kian terus menjangkau pasar yang lebih luas.

Modelnya kata gubernur, di dalam wisata syariah, wisatawan diberikan pilihan mendapatkan pelayanan yang lebih islami dalam hal makanan, penginapan serta penyambutan sesuai nilai-nilai yang mereka miliki.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) NTB, JN Wirajagat mengatakan, modal NTB untuk menjadi destinasi wisata syariah cukup besar. Pekan lalu, ASPPI NTB menggelar event pasar wisata Lombok Tourism Mart yang dihadiri 200 seller dari berbagai daerah di Indonesia dan di luar negeri.

Yang menarik, kata Jagat, sebanyak 100 seller khusus berasal dari Malaysia. Sebab, di Negeri Jiran itu, NTB kini ternyata sudah mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang sangat nyaman bagi umat muslim. a�?NTB disebut sebagai destinasi Muslim Friendly Tourism,a�? katanya. (kus/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *