Ketik disini

Sumbawa

Pahanya yang Dipulangkan, Pahanya yang Saya Kubur di Sini

Bagikan

* Mengunjungi Orang Tua Kamsiar, TKW yang Meninggal di Arab SaudiA� ( 1 )

Setahun lebih jenazah Kamsiar binti Sahabuddin ‘terlantar’ di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Arab Saudi. Pemerintah setempat belum berani memakamkan karena belum mendapat izin pihak keluarga. Orang tua Kamsiar berkeras agar jenazah putri tercintanya dipulangkan ke kampung halamannya di Dusun Pok, Desa Kalimango Kecamatan Alas.

SEBUAH rumah panggung dengan cat warna abu-abu di Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, siang itu tampak sepi. Hanya ada seorang wanita berjilbab coklat muda yang menjaga warung sederhana yang dibangunnya di bawah kolong rumah.

Wanita itu adalah Asiah, ibu dari Kamsiar binti Sahabuddin, TKW yang meninggal yang jenazahnya disemayamkan selama setahun lebih di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Proses pemulangan jenazah sangat sulit lantaran terkendala dokumen.

Sementera itu, PT Yomba Biba Abadi yang telah memberangkatkannya telah lama bubar. Setuasinya semakin sulit setelah terungkap bahwa Kamsiar merupakan TKI yang tinggal melebihi masa waktu seharusnya.

Setahun lebih bertahan agar jenazah dipulangkan bukanlah tanpa alasan. Sang ibu, Asiah mengaku sangat merindukan sang anak. Empat tahun lamanya tidak pernah berjumpa.

”Saya sangat rindu dengan Kam (panggilan Kamsiar). Saya berharap agar dia bisa dipulangkan. Walau pun hanya sebagian dari tubuhnya. Pahanya yang dipulangkan, pahanya yang saya kubur di sini,” kata Asiah saat dijumpai Radar Sumbawa (Lombok Post Group), di rumahnya.

Sebagai ibu, Asiah sebenarnya tidak tega membiarkan jenazah anaknya itu berlama-lama diawetkan. Dia sedih bahkan mengaku sangat berdosa. Namun naluri keibuan menuntut, apapun caranya Kamsiar harus dipulangkan. Agar dia bisa berjumpa untuk yang terakhir kalinya.

”Sebenarnya saya merasa sangat berdosa. Tapi saya ingin berjumpa dengan Kam. Makanya saya tetap berharap agar jenazahnya dipulangkan,” harapnya.

”Jangankan anak, binatang yang kita pelihara pun kalau meninggal pasti kita akan merasa kasihan. Apalagi ini anak namanya. Kalau kalian sudah berkeluarga dan punya anak, kalian akan tahu bagaimana perasaan saya,” tambahnya lagi.

Dengan stuasi seperti sekarang ini, mengharapkan kepulangan jenazah sama halnya mengharapkan bayangan dan angan-angan. Jenazah Kamsiar rasanya mustahil bisa dipulangkan jika merunut pada undang-undang di Arab Saudi.

JumatA� (24/4) lalu, utusan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mendatangi kediaman pihak keluarga. Kedatangan Kemenlu didampingi tim Disnakertrans Kabupaten Sumbawa untuk melobi pihak keluarga supaya merelakan jenazah Kamsiar dimakamkan di Arab Saudi.

”Dari Kemenlu sudah datang kemarin sore untuk menemui pihak keluarga. Kita ketemunya di rumah Pak Camat. Pihak keluarga hadir dan kita semua ketemu di sana,” tutur Kepala Desa Kalimango.

Proses lobi antara pihak keluarga dengan Kemenlu cukup panjang. Dari sore hari hingga dini hari. Mulanya, pihak keluarga tetap ngotot agar jenazah Kamsiar dipulangkan. Walaupun hanya separuh dari tubuh korban. Namun setelah diberikan pemahaman, pihak keluarga luluh. Pada akhirnya pihak keluarga mengikhlaskan jenazah malang itu dimakamkan Arab Saudi.

”Malam itu sampai jam 3 malam baru ada kesepakatan antara Kemenlu dengan pihak keluarga. Yang lama bertahan ibunya. Kalau bapaknya sudah ikhlas. Tapi Alhamdulillah pada akhirnya pihak keluarga ikhlas semua,” tutur Kades.

Kemenlu menawarkan solusi terbaik. Kesepakatannya, Asiah bersama suaminya, Sahabuddin akan diberangkatkan ke Jeddah, Arab Saudi untuk menyaksikan pemakaman sang anak di sana.

Berita acara keberangkatan telah ditandatangani, disaksikan Kades Kalimango dan Camat Alas. Saat ini Kemenlu tengah melakukan pengurusan pasport. Begitu pasport sekelas menteri itu jadi, keduanya langsung diberangkatkan. Biaya keberangkatan sepenuhnya ditanggung pemerintah.

”Tapi Alhamdulillah saya bisa melihatnya untuk terakhir kali. Saya akan diberangkatkan ke Jeddah bersama suami saya. Saat ini pasport sedang diurus. Saya sudah ikhlas Kam dimakamkan di sana,” kata Asiah. (Bersambung)
A�

A�

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys