Ketik disini

Metropolis

Bawaslu-KPU Satukan Pemahaman

Bagikan

MATARAM – KPU bersama Bawaslu RI menggelar bimbingan teknis (bintek) nasional di Mataram. Kegiatan ini diikuti 300 komisioner KPU dan Bawaslu dari 12 provinsi wilayah Indonesia Timur. Antara lain seluruh daerah di Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, dan NTB.

Bintek tersebut untuk menyatukan pemahaman dalam menyelenggarakan pilkada serentak 2015. Bintek yang digelar di Hotel Lombok Raya Mataram itu dibuka Ketua Bawaslu RI Prof Dr Muhammad dan Komisioner KPU RI Sigit Pamungkas, tadi malam. Keduanya memukul gendang belek sebagai tanda dibukanya bintek yang dilaksanakan empat hari, 27-30 April.

“Penghormatan yang setinggi-tingginya kepada pelaksana pemilu di kabupaten/kota baik PPS,PPK, KPPS, PPL, dan Panwaslu yang berhasil menyukseskan pelaksanaan pemilu di Indonesia. Kita memperoleh apresiasi dunia sebagai negara yang berhasil menyelenggarakan pemilu dengan baik,” kata Muhammad dalam sambutannya.

Acara pembukaan dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof Dr Jimly Asshiddiqie, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori, dan Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid.

Pada bintek ini, pelaksana pemilu akan dibekali berbagai hal. Seperti Peraturan KPU mengenai tahapan, program dan jadwal. Pemutakhiran data pemilih, tahap pencalonan, kampanye, danA� dana
kampanye.

Dibahas juga mekanisme pemilihan, sosialisasi dan pemantauan, struktur dan organisasi, serta normaA� standar etik. Juga terkaitA� kesiapan logistik, penyelesaian sengketa administrasi, dan sengketa pemilihan hasil pemilu, klarifikasi laporan harta kekayaan, termasuk pencegahan gratifikasi. Sementara, terkait integritas pelaksanaan pemilu, terutama menyangkut gratifikasi, KPU dan Bawaslu menggandeng KPK.

Dia mendorong pelaksana pilkada menjaga kredibilitas dan bertanggung jawab menyukseskan pilkada serentak 2015.A� Dari 88 kabupaten/kota yang menggelar pilkada di wilayah Indonesia Timur, sembilan di antaranya merupakan daerah pemekaran. Pilkada kali ini merupakan yang pertama dilakukan di sembilan daerah tersebut. Sementara dari 12 provinsi yang hadir, dua provinsi yakni Sulawesi Tengah dan Sulawesi
Utara menggelar pilkada 2015.

Muhammad menekankan KPU dan Bawaslu bersinergi di pilkada serentak. Mewaspadai intrik politik yang dapat mengadu domba pelaksana pemilu. Menurut dia banyak celah yang digunakan oknum tertentu untuk mengadu domba KPU maupun Bawaslu.

Sementara, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi dalam sambutannya mengatakan, hubungan harmonis dapat terwujud jika masing-masing pihak mengerti tanggung jawab dan tugasnya masing-masing. Menurutnya, pelaksanaan pemilu yang berlangsung di NTB selama ini berjalan baik. Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pemilu. “Pada intinya tidak ada yang susah dalam mengintegrasikan kepentingan. Apalagi pemilu ini produknya sangat penting untuk kemajuan daerah,” katanya.

Gubernur pun optimistis pelaksanaan pilkada serentak berjalan sukses jika penyelenggara pemilu menjaga komitmen dan loyalitasnya terhadap amanah yang diemban. Dalam kesempatan itu ia juga menyambut hangat kedatangan komisioner KPU dan Bawaslu dari 12 provinsi di NTB. Menurutnya sebagai daerah pariwisata, NTB sangat terbantu dengan kehadiran para komisioner KPU dan Bawaslu.

Sementara itu, Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori mengatakan, penyelenggaraan pemilu di NTB dalam beberapa tahun terakhir berjalan sukses. Prestasi itu akan kembali diraih saat pelaksanaan pilkada di tujuh kabupaten/kota.

Saat ini persiapan pilkada di tujuh kabupaten/kota itu sudah dimantapkan. Bahkan Gubernur NTB, kata Aksar, ikut membantu dengan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota yang menggelar pilkada. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys