Ketik disini

NASIONAL

Cueki Tekanan Asing (2)

Bagikan

* Jangan Gentar

JAKARTA – Pemerintah diminta tak terpengaruh ancaman Perancis yang akan memutus hubungan kerja sama, jika tetap mengeksekusi mati warga negaranya. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais meminta Presiden Jokowi tak gentar menghadapi tekanan luar negeri tersebut. “Perlu diingat bahwa wilayah hukum adalah kedaulatan nasional,” ujarnya Hanafi di sela-sela kunjungannya di Mataram, kemarin.

Menurutnya, ancaman yang dilontarkan presiden Perancis merupakan hal yang wajar. Itu merupakan bentuk pembelaan terhadap warga negara yang terancam hukuman mati. Untuk itu, pemerintah disarankan melakukan diplomasi dengan cara calm dan confidence. Terutama untuk tetap menjaga hubungan baik dengan negara lain. “Kita menghadapi protes dengan sikap tenang dan kalem tapi kita menunjukan bahwa kita percaya diri,” katanya.

Ia tidak menampik eksekusi mati nantinya bakal mempengaruhi hubungan kedua negara. Namun, jika pemerintah mampu membuka diri untuk mengklarifikasi dan berkomitmen untuk tidak menduakan hukum termasuk dalam hal narkoba maka akan dipercaya. “Yang penting, pemerintah tetap dengan komitmennya. Jangan pilih bulu,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan anggota Komisi I DPR Rachel Maryam. Pemerintah, lanjutnya, harus tegas dalam pelaksanaan eksekusi mati terhadap gembong-gembong narkoba. Serta tidak mudah terintervensi oleh negara mana pun. Perancis dan Australia harus menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Pemerintah juga harus tetap konsisten menjalankan putusan pengadilan. “Eksekusi mati harus tetap dilaksanakan. ,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prancis Francois Hollande mengancam, rencana kerja sama yang telah dibahas antara dirinya dan Presiden Jokowi Widodo saat KTT G20 pada November 2014 lalu, juga bisa ditunda. Tak hanya itu, Hollande juga mengatakan akan menarik duta besarnya di Indonesia jika eksekusi tetap dijalankan.(dyn/aph/far/uki/idr)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *