Ketik disini

Metropolis

Jual Tanah Sendiri Malah Dipenjara

Bagikan

MATARAM – Apes nasib yang menimpa H Moh. Baihaqi. Niatnya menjual tanah sendiri, warga Dusun Malimbu, Desa Malaka, KLU ini justru dijebloskan ke penjara.

Kakek yang resmi ditahan Polda NTB sejak 15 April lalu itu dituding melakukan dugaan tindak pidana penipuan. “Ini kasus yang aneh. Kami jual tanah pribadi kok malah dipenjara,” kata Zabur, juru bicara keluarga Baihaqi.

Menurut Zabur, kasus tersebut bermula dari keinginan Baihaqi menjual tanahnya sekitar 2,4 hektare di Dusun Malimbu, Desa Malaka, Kecematan Pemenang, KLU.

Baihaqi melakukan transaksi dengan seorang pembeli. Setelah ada kesepakatan jual beli, Baihaqi menerima uang muka 30 persen dari total harga tanah.

Dalam perjanjian, pelunasan pembayaran akan dilakukan dalam waktu tertentu terhitung sejak menerima uang muka. Namun dalam waktu yang telah ditentukan, pihak pembeli tidak juga melakukan pelunasan. ”Pembeli justru datang mau melunasi setelah hampir setahun dari waktu perjanjian,” katanya.

Keinginan pembeli akhirnya ditolak Baihaqi dengan alasan sudah melewati perjanjian. “Kami kasih solusi. Boleh membayar penuh tapi dengan harga baru,” katanya.

Sementara uang muka yang 30 persen akan dimasukkan sebagai pembayaran tanah sesuai dengan harga lama. “Bahkan kami juga siap mengembalikan uang muka tersebut,” jelasnya.

Berbagai upaya mediasi sudah dilakukan namun pihak pembeli tak juga merespons. “Belakangan justru Baihaqi dilaporkan ke Polda NTB dengan tuduhan penipuan,” katanya.

Anehnya lagi, hanya selang waktu tiga hari dari laporan masuk, pihak Polda NTB langsung menahan Baihaqi. “Bagaimana kami tidak bingung dan curiga. Kami punya tanah malah dipenjara,” katanya.

Padahal, kasus ini masuk ranah perdata, yakni ikatan jual beli. Sementara oleh polisi dianggap pidana. “Prosesnya di polisi juga begitu cepat,” katanya.

Saat ditahan, Baihaqi juga dalam kondisi sakit. Ada surat keterangan dari dokter ahli. “Saat ini memang Baihaqi masih dirawat di RS Bhayangkara Polda NTB,” jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait penahanan tersebut, Kompol Jeki Rachmat Hidayat selaku Kasubdit di Ditreskrimum Polda NTB yang menangani kasus tersebut mengaku sudah tidak menangani kasus Baihaqi lagi. “Yang menangani itu (Kasus Baihaqi, Red) sekarang bukan saya,” katanya.(cr-deq/r8/r2/*)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *