Ketik disini

Giri Menang Headline

Kasat Pol PP Diusir Anak Buah

Bagikan

*Dilarang Masuk Kantor, Ajukan Mosi Tidak Percaya

GIRI MENANG – Puluhan anggota Satol PP Lombok Barat (Lobar) menggelar aksi di depan Kantor Bupati sekitar pukul 07.30 Wita. Mereka mendesak Kasat Pol PP Lobar I Nengah Sugiarta (Ical) diganti.

Aksi mereka itu diwarnai pula dengan penyegelan ruang Kasat Pol PP. Bahkan, mereka mengusir Ical, sapaan akrab Sugiartha, saat tiba di Kantor Satpol PP.

Pengusiran itu buntut dari kekecewaan anggota yang menilai Ical arogan. Selain itu, Ical juga dituduh melakukan dugaan penyimpangan dengan memanfaatkan jabatannya sebagai Kasat.

a�?Kami minta Kasat Pol PP diganti,a�? teriak koordinator aksi Peter Najarius, kemarin (27/4).

Aksi para Satpol PP itu mendapat perhatian dari Wabup Lobar H Fauzan Khalid. Ia yang didampingi Sekda HM Uzair meminta para pendemo menyampaikan tuntutannya.

Peter yang maju mewakili rekannya lain membacakan tuntutan. Ia menegaskan pihaknya mengajukan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Nengah Sugiartha dan mohon dengan hormat Wabup mengganti atau mengangkat Kasat Pol PP baru.

a�?Kami desak Wabup copot Kasat Pol PP,a�? pintanya.

Ia mengulas dugaan penyimpangan yang dilakukan Ical. Ia mengawali dengan mengungkit proyek pembangunan Pos Linmas tahun 2014. Menurutnya, pembangunan pos itu seharusnya dilakukan di desa percontohan, namun dibuat pada masing-masing kantor camat.

a�?Jadi pembangunan itu tidak tepat sasaran. Terlebih lagi, pembangunan tidak sesuai dengan site plan dan kualitas dari pembangunan pos tersebut tidak sesuai dengan besar anggaran,a�? bebernya.

Selain itu, Peter juga membongkar dugaan pemotongan anggaran bagi anggota yang berangkat ke Bandung. Saat itu, sejumlah anggota diutus untuk mengikuti rangkaian HUT Pol PP ke-65.

Anggota yang berangkat diberikan uang saku. Hanya saja, uang yang diterima baik perwira maupun anggota tidak sesuai dengan nominal pada kuitansi. Disamping itu, uang makan dari keberangkatan hingga pulang semuanya ditetapkan Rp 10 ribu tiap kali makan.

a�?Ini merupakan kebijakan dari Kasat sehingga sebagian perwira maupun anggota banyak yang jatuh sakit,a�? terang dia.

Peter mengungkapkan, pengadaan barang tahun anggaran 2015 untuk tiga unit mobil dinas hingga kini belum dilengkapi dokumen sesuai aturan yang berlaku. Peter menyoroti adanya permintaan dari Kasat kepada anggota baru atau tenaga sukarela untuk piket di rumah pribadinya.

a�?Parahnya piket itu menggunakan shift . Anggota yang piket juga tidak diperhatikan makan minumnya. Kasat juga mengancam anggota yang tidak melaksanakan piket di rumahnya,a�? tegas dia.

Para pendemo menyoroti pula penggunaan plat mobil dinas Patwal sedan dengan nomor DR 12 4 TU dan plat mobil dinas Patwal Ranger nomor DR 12 4 JA. Peter mengungkapkan, saat HUT Pol PP tingkat provinsi di Praya, penggunaan itu mendapat teguran dari Wakapolres Lobar melalui telpon seluler kepada salah satu kepala seksi Satpol PP.

a�?Ini jelas-jelas melanggar aturan,a�? katanya.

Mereka membongkar pula dugaan penyalahgunaan wewenang seorang Kasat yang mengumpulkan empat unit kendaraan dinas di rumahnya pribadi. Semestinya, kata Peter, kendaraan itu harus standby di markas untuk menjalankan tugas pokok Satpol PP.

Ia juga menyesalkan ulah Ical yang menampar salah seorang anggota Banpol Satpol PP, Sanur Apriyanto di rumah pribadinya. Sanur ditampar lantaran tidak meghidupkan handophone saat ditelepon Kasat. Padahal, anggota tersebut dalam keadaan lepas piket.

a�?Kami ditakut-takuti juga dengan ancaman akan dimutasi dengan memakai istilah jilid I hingga jilid III,a�? ulasnya.

Terakhir, Peter membeberkan dugaan permainan dalam pengurusan izin atau rekomendasi tiga penginapan di wilayah Suranadi. Yakni Pondok 69, Vila Assoy, dan Pondok Gede. Menurutnya, Kasat Pol PP menekan kepada desa setempat agar tidak mengeluarkan izin atau rekomendasi. Tujuannya, sambung dia, agar pengurusan izin dilakukan oleh Kasat sendiri.

a�?Sebelumnya, izin itu telah diurus salah seorang angota Satpol PP namun izin tidak diberikan Kades karena adanya tekanan dari Kasat,a�? terang Peter.

Usai mendengar tuntutan dari anggota Satpol PP, Wabup H Fauzan Khalid berjanji dalam waktu dekat akan segera mengambil keputusan terhadap jabatan Kasat Pol PP. Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan rapat terbatas terlebih dahulu dengan Sekda Lobar dan kepala BKD.

a�?Saya minta semua anggota Pol PP untuk kembali bertugas dan menjaga kondusifitas di internal Pol PP,a�? pintanya.

Terpisah, Kasatpol PP Lobar I Nengah Sugiartha membantah semua tudingan itu. Ia menegaskan, dirinya tidak tahu menahu mengenai permasalahan yang disuarakan sebagian anggota.

a�?Saya tidak tahu,a�? katanya, kemarin (27/4).

Ia menjelaskan, jika tuntutan mereka berhubungan dengan honor Linmas, dirinya sudah mengajukan pembayarannya. Pengajuan itu untuk empat bulan gaji mereka.

a�?Yang keluar baru dua bulan. Persoalan ini sempat kami diskusi. Tapi, saya tidak ngerti kok sampai ada aksi seperti ini,a�? katanya dengan nada bingung.

Ical menilai isu itu sengaja digulirkan, karena ada oknum anggota yang ingin melengserkan dirinya. Bahkan, isu yang dihembuskan itu mengada-ada. Menurutnya, tudingan yang disampaikan semuanya tidak benar, apalagi dirinya disebut arogan. Begitupun dengan hembusan isu dirinya pernah menampar anggota.

a�?Tidak pernah tampar. Kalau suruh push up memang iya. Tapi itukan biasa,a�? kata dia.

Mengenai tudingan pengurusan izin vila dan hotel di Suranadi, Ical lagi-lagi membantahnya. Ia menegaskan, justru dirinya yang melarang anak buahnya bermain dalam pengurusan izin.

a�?Ini bolak balik tudingannya. Saya malah yang larang anggota ngurus izin apapun,a�? tegas dia.

Ia sangat menyayangkan aksi anggota ini. Seharusnya, kata dia, aksi ini tidak perlu dilakukan. Ada cara lain yang lebih etis seperti berdiskusi untuk menyampaikan tuntutannya.

a�?Saya sayangkan cara arogan ini. Jangan seperti itu. Harusnya didiskusikan,a�? katanya.

Disinggung mengenai desakan mundur, Ical siap menerimanya. Kendati demikian, dirinya menyerahkan kebijakan atasan. Jika besok disuruh pindah, dirinya akan melaksanakan perintah itu.

a�?Besok (hari ini) saya tetap masuk, karena saya belum terima SK pindah. Kalau sekarang terima SK pindah, saya siap ditempatkan dimana saja,a�? pungkasnya. (jlo/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys