Ketik disini

Metropolis

Kasihan, Hanya Jadi Pajangan

Bagikan

* Pusat Pengolahan Perikanan Tanpa Kegiatan

 

MATARAM – Kendati dibangun dengan anggaran ratusan juta, dilengkapi dengan alat pengolahan senilai lebih dari Rp 400 juta, tidak membuat kegiatan di Pusat Pengolahan Perikanan di Sayang-Sayang berjalan lancar. Saat Lombok Post bertandang ke lokasi tersebut, tidak ada satu pun orang terlihat. Hanya ada beberapa biji sampel olahan perikanan di etalase depan. Sebagian besar etalase kosong melompong.

Kabid Perikanan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Mataram, Emir A Rumair yang dikonfirmasi mengatakan, Pusat Pengolahan Perikanan itu hanya ditujukan untuk pelatihan. Bila tidak ada pelatihan, maka gedung itu kosong. “Beberapa waktu lalu ada digunakan untuk pelatihan kok,” dalihnya.

Malahan, lanjutnya, 30 April mendatang di gedung tersebut bakal digunakan untuk pelatihan pengolahan pindang higienis. Selain itu, ada mahasiswa dari Universitas Mataram (Unram) bakal magang untuk pengolahan rumput laut. “Karena belum ada yang pelatihan makanya sekarang sepi,” akunya.

Ia tidak memungkiri, alat-alat pengolahan hasil perikanan dengan harga ratusan juta rupiah menanti untuk dimanfaatkan. Sebagai langkah awal, dinas bekerjasama dengan kelompok usaha bersama (KUB) Harkat Makmur. “Suami ketua KUB sakit. Makanya belum ada pengolahan lagi,” imbuhnya.

Ironis bangunan megah dengan fasilitas lengkap di depan kantor BPP Perikanan itu hanya menjadi pajangan. Padahal, saat pengoperasian oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh beberapa waktu lalu, sederet alat canggih dipamerkan. Mulai alat pengolahan rumput laut, ruang pendingin, sampai alat kemasan.

Tidak hanya alat pengolahan rumput laut saja, alat olahan laut untuk abon ikan pun tersedia. Saat peresmian, orang nomor satu di Mataram itu mewanti-wanti supaya fasilitas yang dibantu oleh pemerintah pusat itu, dimanfaatkan dengan baik.(feb/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *