Ketik disini

Ekonomi Bisnis Headline

Laporkan Upal, Siapa Takut ?

Bagikan

*Masih Khawatir Terlilit Kasus Hukum

MATARAM – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan NTB mengimbau masyarakat jangan takut melapor ke BI bila mencurigai yang dipegang adalah uang palsu (Upal). Meskipun tidak diganti, pelaporan tersebut dapat membantu BI dan kepolisian mengatasi pemalsuan uang yang merugikan masyarakat.

”Selama ini masyarakat yang dapat upal langsung dibelanjakan. Padahal hal ini salah,” kata Asisten Direktur Deputi BI KPW NTB, Hobby Krisnawan pada Lombok Post, kemarin (27/4).

Menurutnya, jika masyarakat sengaja membelanjakan uang yang sudah diketahui palsu bisa dimasukkan kategori mengedarkan uang palsu. Selama ini masyarakat masih sering enggan melaporkan uang palsu. Mereka takut akan terlibat permasalahan hukum. Padahal dalam posisi tersebut masyarakat menjadi korban.

”Jadi jangan takut, karena warga adalah korbannya,” ujarnya.

Masyarakat yang masih ragu dengan uang yang diterima asli atau palsu bisa datang ke BI. Nanti secara resmi BI akan menjawab permintaan masyarakat. Kalau uang terbukti palsu maka langsung ditarik BI. Tapi bila uang asli maka akan dikembalikan ke pelapor dengan balasan surat resmi yang menyatakan uang dengan seri tersebut asli.

“Bila masih ada yang meragukannya maka surat tersebut bisa menjadi bukti keaslian uang tersebut,’’ ujarnya.

Hobby menambahkan, masyarakat juga harus proaktif untuk melaporkan ke pihak berwajib bila ragu-ragu atau mendapati uang yang dicurigai keasliannya. Upal itu tidak ada nilainya. Sangat merugikan masyarakat.

Dikatakan, masyarakat bisa memahami keaslian uang dengan cara 3D (dilihat, diraba, dan diterawang). Ciri keaslian uang rupiah bisa dikenali melalui warnanya. Selain terlihat terang dan jelas, terdapat benang pengaman ditanam pada kertas dan tampak sebagai suatu garis melintas atau beranyam. Uang asli memiliki tulisan mikro Bank Indonesia, nomor seri tidak simetris dan adanya gambar yang akan tampak di bawah sinar ultraviolet.

Menyikapi adanya uang palsu dari ATM, masyarakat diminta lebih teliti.

”Seharusnya bila masyarakat ragu uang yang diterima di ATM langsung ke teller banknya,” terangnya.(nur/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *