Ketik disini

Kriminal

Maling Laptop, Mahasiswa Diborgol

Bagikan

MATARAM – Tim Opsnal Polsek Ampenan menangkap tersangka pencurian laptop bernama Fajar, 22 tahun, Senin (27/4) kemarin. Tersangka di tangkap di rumahnya bersama barang bukti berupa satu buah tas berisi laptop lengkap dengan chargernya.

Fajar merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Mataram. Di Mataram ia tinggal di rumah kos temannya di wilayah Kekalik. Tapi, dasar tidak tahu diri, Fajar justru menjadikan temannya yang sudah berbaik hati memberikan tumpangan itu, sebagai korban.

Ia berkilah, tidak pernah berniat melakukan tindakan kriminal tersebut. Namun biaya hidup dan biaya kuliah yang semakin meningkat, membuatnya terpaksa nyolong. Tersangka yang sudah mengetahui situasi kos korban, menunggu hingga situasi benar-benar kondusif. Kemudian ia datang pada jam dimana korban biasanya meninggalkan kos.

Tidak mau membuang waktu lama, tersangka hanya mengambil tas yang ia ketahui berisi sebuah laptop. a�?Saya ngambilnya pas kos lagi kosong, soalnya saya sebelumnya numpang di kos itu,a�? katanya.

Saat pulang, korban panik setelah melihat tasnya raib. Ia kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Ampenan. Dari laporan tersebut, Pihak kepolisian kemudian melakukan olah TKP dan meminta keterangan beberapa saksi. Termasuk korban.

Dari keterangan korban, diketahui ada temnannya yang sempat menginap di kosan tersebut. Polisi kemudian menemui titik terang. Dan dicocokkan dengan keterangan beberapa saksi lain.

Berdasarkan informasi tersebut, Tim Opsnal Polsek Ampenan melakukan penyelidikan terhadap Fajar yang di duga melakukan pencurian di kos temannya. Ternyata benar saja, setelah melakukan penggerebekkan di rumah tersangka, yaitu Dusun Bengkel Barat Desa Bengkel Kecamatan Labuapi Lombok Barat. a�?Saat kita grebek di dalam sebuah tas berisi sebuah laptop milik korban,a�? ungkap Kapolsek Ampenan Kompol Arief Yuswanto.

Tersangka mengakui langsung menggadaikan barang hasil curiannya tersebut saat itu juga seharga satu juta rupiah. Kemudian uangnya digunakan untuk melunasi hutangnya. Saat itu ia terpaksa berhutang pada temannya karena terdesak biaya kuliahnya. a�?800ribu saya pake saur utang, 200 saya pake makan sama temen saya,a�? lanjutnya.

Ia mengatakan, kini kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Sekarang kita masih tahap pengembangan dan tersangka masih kita interogasi. Sementara dia kita kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun penjara,a�? tandas Arief.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati lagi ketika meninggalan kosan atau rumah. Ia mengatakan pihaknya selalu di lapangan untuk memantau pergerakan para pelaku yang masuk ke wilayah Polsek Ampenan maupun Polres Mataram. a�?Perintah saya udah jelas, terutama jika menemukan curanmor, pencuri atau pelaku kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat, tembak!a�? tegasnya. (cr-van/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys