Ketik disini

Praya

Meniti Karir dari OB Hingga Sopir

Bagikan

*Mengenal Pimcab BRI Praya Pungky Gunawan Kusumanto (1)

Nasib seseorang memang sulit ditebak. Jika tekun bekerja, berusaha, dan berdoa, maka perubahan pasti datang.

***

DEMIKIAN kata bijak yang disampaikan pimpinan cabang (Pimcab) BRI Praya Pungky Gunawan Kusumanto. Kini, dia adalah orang nomor satu di jajaran BRI Gumi Tatas Tuhu Trasna. Membawahi sekian banyak cabang pembantu di setiap kecamatan.

Namun siapa yang menyangka, Pungky-panggilan akrabnya- adalah mantan office boy (OB) di BRI Cabang Surabaya. Dia bekerja di bank ternama itu setelah lulus dari bangku SMA pada 1995. Pekerjaannya bagian mengantar surat, nota perjanjian atau dokumen BRI dari setiap cabang di seluruh Surabaya.

Saat itu, dia pun sempat minder dan malu bertemu teman-teman sekelasnya di SMA. Karena, teman-temannya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bekerja dengan posisi atas dan sebagainya. Namun, Pungky tetap menunjukkan ketekunannya bekerja.

Bagi Pungky, mau digaji atau tidaknya, itu urusan terakhir. Yang terpenting menunjukkan kinerja saja. Tidak mengeluh, tidak pula mengenal waktu dan kata tidak bisa saat bosnya memerintah. Pungky tetap bekerja layaknya seorang OB.

Posisi OB ditekuninya selama enam bulan. Setelah itu, dia pun diminta untuk menjadi sopir pimcabnya sendiri. Mengantarkan pimcab kemana-mana adalah tugasnya. Termasuk membersihkan mobil. Tugas itu diembannya pula selama enam bulan. Bedanya, dia berusaha mencuri waktu.

Di saat tugas mengantar selesai. Dia mendaftarkan diri kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya. Dia pun memulai perkuliahan sembari menjadi sopir di BRI. Kala itu, dia sempat di tegur bosnya karena terlambat menjemput. Dengan polos dan jujur dia sampaikan bahwa dirinya membagi waktu untuk kuliah.

Sontak bosnya kaget. Bukannya diberhentikan lantaran malas bekerja atau gaji dipotong. Pungky malah diberikan izin untuk melanjutkan kuliahnya sambil bekerja di BRI. Dia juga diminta untuk mengikuti tes pegawai BRI.

Alhasil, dia lulus sebagai pegawai BRI di posisi customer service pada 1996. Di tempat baru itu, dia mencoba beradaptasi. Lagi-lagi dia tetap menunjukkan ketekunannya bekerja. Bagi Pungky, kehidupan yang pelik dan pahit selama diposisi OB serta sopir, menjadi pelajaran yang berharga.

“Prinsipnya, rizki dan karir itu akan kita dapatkan, apabila kita bekerja keras. Jangan pernah pilih-pilih pekerjaan, tetap tekuni saja pekerjaan yang kita jalankan sekarang,” katanya.

Jika berbicara ekonomi orang tua, Pungky tergolong keturunan mapan. Hanya saja, dia tidak mau menyusahkan orang tuanya. Dia ingin menunjukkan kepada orang tuanya, dia bisa menjadi orang yang sukses. Tanpa harus berkeluh kesah dan meminta-minta pada orang tuanya.

“Ingat, jangan pernah memandang rendah orang lain. Karena, sewaktu-waktu orang itu akan lebih baik dari kita. Percuma kita punya gelar tinggi, kalau kita tidak tekun,” ujar pria yang gemar cincin batu akik tersebut.

Yang sulit dipikirkan secara akal sehat, setiap keinginan yang diminta kepada Sang Maha Pencipta, Pungky langsung mendapatkannya. “Dulu saya ingin sekali merasakan naik pesawat. Sekarang malah setiap minggu saya naik pesawat. Apakah ini ujian atau berkah, kita harus menjalankan dengan baik,” ujarnya. (Dedi Shopan Shopian)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *