Ketik disini

Metropolis

Menu Warisan, Pedasnya Bikin Ketagihan

Bagikan

* Mengintip Menu-Menu Andalan Kafe di Mataram (2)

Siapa bilang mencari pasaran harus belajar menu khusus. Menu warisan keluarga pun kadang bisa menjadi menu andalan. Menu warisan keluarga itu yang menjadi senjata Zet-Zot Kafe menarik pelanggan.

***

 

SUARA musik berbahasa Inggris menyambut begitu tiba di Zet-Zot Kafe. Kafe di Jalan Maktal ini dikenal sebagai tongkrongannya anak muda. Meski di rumah toko (ruko) di dalam kafe ditambah unsur etnik bangunan dari bambu yang menyerupai berugak. “Silakan, mau pesan menu apa,” sapa salah satu karyawan.

Tidak berselang lama, seorang pria langsung masuk ke dapur. Diketahui lelaki tinggi itu adalah Owner Zet-Zot Kafe, Aditya Winata. Kafe yang buka 2011 lalu, dahulu dikenal sebagai tempat ngopi. Belakangan, menu-menu berat pun dihadirkan. “Menyesuaikan dengan selera pasar,” kata Aditnya.

Pria yang akrab disapa Ewin ini bercerita, awalnya kafenya memang tidak fokus pada menu berat. Karena menu kopi kurang terlalu kencang, ia lantas membuat beragam menu berat. Menu seperti nasi goreng ataupun bebalung dihadirkan. Bahkan, menu andalan keluarga yaitu ayam pedas ikut disajikan. “Kebetulan menu ayam pedas itu ibu saya suka bikin,” ungkapnya.

Menu ayam pedas, kata Ewin, ternyata menjadi menu favorit di Zet-Zot. Konsumen beberapa kali datang untuk memesan menu yang sama. Rasa pedas dan cara memasaknya mendapat acungan jempol. Menu yang dijual Rp 17.500 tiap porsi, menjadi makanan paling diminati. Sehari khusus untuk ayam pedas bisa terjual lebih dari 40 porsi. “Respon yang bagus membuat saya memutuskan ayam pedas sebagai menu andalan,” tambahnya.

Diakuinya, dengan hadirnya kafe baru di Mataram, penting sekali memiliki menu khusus. Menu itu akan menjadi daya tarik kafe. Setiap kafe memang harus ada menu khusus, tidak sekadar ikut-ikutan. Prinsip amati tiru dan modifikasi (ATM) menjadi tantangan tersendiri.

“Bisa jadi menu ini nanti ditiru. Tapi, sekarang jalan terus yang penting,” bebernya.

Sebelum menu ayam pedas, kata Ewin, Zet-Zot beberapa waktu lalu cukup terkenal dengan salad buah. Karena belum banyak menjual salad buah, saat itu menjadi menu paling diburu. Sekarang jumlah konsumennya menurun. Saat ini penjual salad buah di Mataram cukup banyak. “Saya modifikasi salad dengan ice cream sekarang supaya tidak kehilangan konsumen,” imbuhnya.

Bisnis makanan, diakuinya, semakin kompetitif di Mataram. Jumlah kafe kian banyak. Konsumen memiliki banyak pilihan. Tinggal masing-masing kafe menampilkan menu istimewa menarik konsumen.

“Ini saya juga ada menu baru coklat,” katanya sembari menunjukkan kue dengan hiasan buah cherry diatasnya.(Febrian Putra/Mataram/bersambung/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *