Ketik disini

Kriminal

Rugikan Perusahaan, Nasabah Dibui

Bagikan

MATARAM – Rauhil, 31 tahun asal Telagawaru, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Seorang nasabah PT Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance akhirnya dijebloskan ke penjara. Majelis hakim memutuskan terdakwa dihukum empat bulan kurungan penjara, denda Rp 1 juta dengan subsider satu bulan. Ia ditahan di Lapas Lombok Timur.

Kasus ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Selong. Dipimpin tiga majelis hakim, yakni Heriyanti, selaku ketua majelis, dan dua hakim anggota dalam hal ini IB Bamadewa Patiputra dan Galih Bawono.

Saat dikonfirmasi, Heriyanti SH MH selaku ketua Majelis Hakim mengatakan, putusan tersebut diambil setelah selama proses persidangan, terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana kejahatan penggelapan kendaraan berupa truk atau yang disebut kejahatan fidusia.

”Alat bukti yang dituntut JPU tidak bisa dikembalikan terdakwa,” ungkapnya.

Dikatakan, sebelum memutuskan, pihaknya mendengarkan keterangan saksi dan keterangan terdakwa sendiri. Berikut barang bukti yang dihadirkan di pengadilan, seperti klausul surat perjanjian kredit. ”Terdakwa juga sudah mengakui kok,” katanya.

Sementara Branch Manager SMS Finance Cabang Mataram, L Subhan Fakhrozi mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi atas putusan pengadilan tersebut. ”Kasus ini bukan semata-mata untuk menakuti nasabah, tapi untuk menyadarkan masyarakat agar memahami dulu aturan sebelum memutuskan untuk menjadi nasabah. Agar tidak gegabah mengambil keputusan setelah menjadi nasabah yang bisa menjeratnya dalam hukum,” tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya telah berupaya melindungi nasabah agar tidak sampai ke jeratan hukum. Hal tersebut dilakukan dengan surat teguran dan memberi tenggat waktu yang cukup lama. Namun Terdakwa tidak mengindahkan hal tersebut. ”Kami sudah beberapa kali melayangkan surat peringatan, teguran, bahkan cara persuasif, tapi nggak ada itikad baik” ungkapnya.

Pria asal Prapen, Loteng ini mengatakan, sebelum penyidik kepolisian melengkapi dokumen perkaranya (P21) dan di limpahkan ke JPU. Pihaknya masih tetap proaktif dan ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun tetap saja Ruhail tidak beritikad baik. “Perusahaan dirugikan ratusan juta, masa saya yang ganti,” cetusnya.

Subhan mengaku tidak sampai hati jika kasus ini sampai ke jalur hukum. Namun desakan atasan dan pihak managemen perusahaanlah, yang membuat dirinya memilih jalan tersebut. ”Saya sebenarnya tidak menginginkan masalah ini sampai ke melibatkan hukum,” akunya.

Ruhail hingga saat ini, tidak bisa mengembalikan satu unit mobil dump truck merk Mitsubishi nomor polisi EA 8660 M tahun 2000, warna kuning, nomor mesin 4D34001335, nomor rangka MHMFE349EYR011335.

Kasus ini berjalan sejak 21 Oktober tahun 2014. Selama penyidikan, Ruhail kini menjadi tahanan kota dan diberlakukan wajib lapor di kepolisian. Ia dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang fidusia. Atas perbuatannya tersebut, kini ia resmi ditahan di Rutan Selong, hingga Agustus mendatang. (cr-van/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *