Ketik disini

Headline Praya

Air Bah Menerjang, Jembatan Terputus

Bagikan

PRAYA – Musibah bencana alam kembali terjadi di Lombok Tengah. Kali ini, menimpa warga di wilayah utara, tepatnya di Dusun Bunut Bendera, Desa Pemepek Pringgarata. Jembatan yang menjadi penghubung dengan desa tetangga, salah satunya Desa Tanak Beak Batukliang Utara terputus total.

Musibah itu terjadi Senin (4/5), kemarin sekitar pukul 17.50 Wita atau menjelang magrib. Saat itu hujan sangat deras. Jembatan terputus karena tidak mampu menahan air bah yang datang dari utara. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Kecuali, akses jalan warga terganggu.

a�?Jembatan ini kami tahu terputus saat kami berangkat ke masjid,a�? kata warga pada Lombok Post, kemarin (5/5).

Pada Senin malam usai salat magrib, Kadus Masrudin mengumumkan melalui masjid agar warga tidak melintasi jalan ini. Selain jembatan terputus, air bah masih deras. Sehingga dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa. Warga pun diminta melalui akses jalan lain memutar berpuluh-puluh kilometer.

a�?Saya meminta warga agar melalui jalan di wilayah Jeruk Manis, kemudian mutar ke Bunut Bendera atau Tanak Beak. Lumayan jauh,a�? kata Masrudin.

Pantauan Lombok Post, warga nampak sibuk memotong bambu sesuai panjang jembatan. Tidak butuh waktu berhari-hari, jembatan sementara itu pun jadi. Sebagian warga mulai menggunakan akses jembatan ini. Khususnya lagi, anak-anak yang mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD).

Mereka pun menaruh harapan besar kepada dinas terkait baik kabupaten maupun provinsi memperbaiki jembatan itu secara permanen. Jika tidak, roda ekonomi mereka terganggu. Begitu pula pendidikan anak-anak mereka.

a�?Jembatan ini pertama kali dibangun sejak 1998, kemudian ditalut di tahun 2000. Sejak tahun itu sampai sekarang, jembatan ini tidak pernah diremajakan,a�? kata Masrudin.

Kendati jembatan itu merupakan penyambung antar dua dusun dan dua desa. Namun, Masrudin mengaku jembatan itu adalah satu-satunya akses tercepat mengangkut berbagai kebutuhan ekonomi masyarakat.

Dikatakannya, jembatan tersebut awalnya bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Setiap harinya warga membawa kebutuhan sayur-mayur dan buah-buahan untuk dijual ke sejumlah pasar di Loteng. Termasuk, truk-truk pengangkut pasir dan batu. a�?Semoga pemerintah secepatnya memperbaiki akses jalan kami ini,a�? ujarnya.

Masrudin mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan kecamatan. Khususnya lagi, dinas teknis dan PLN. a�?Tadi ada pegawai BPBD Loteng meninjau jembatan ini. Mudah-mudahan cepat diperbaiki,a�? harapnya.

Sementara petugas PLN, Masrudin menginginkan agar kabel yang melewati jembatan itu diangkat karena menyentuh tanah dan pohon. Jika tidak, pihaknya khawatir dapat menimbulkan korban jiwa. a�?Sekali lagi, mohon bantuan semua pihak,a�? ungkapnya Masrudin. (dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *