Ketik disini

Tanjung

Jika Tidak Islah, Pakai yang Inkrah

Bagikan

* Golkar dan PPP Diminta Selesaikan Persoalan Internal

A�

TANJUNG – Komisi Pemilihan (KPU) KPU NTB berharap partai politik yang masih bersengketa segera menyelesaikan permasalahan. Baik dengan islah maupun menggunakan keputusan inkrah agar bisa mengikuti pilkada yang akan digelar Desember mendatang.

a�?Semoga sebelum 26 Juli parpol yang bersengketa bisa menyelesaikannya,a�? ujar Ketua KPU NTB Aksar Ansori usai menghadiri pengambilan sumpah dan pelantikan Sekretaris KPU Lombok Utara, di Tanjung Selasa (5/5) kemarin.

Yang akan menjadi acuan KPU dalam menerima pencalonan bakal calon adalah keputusan berkekuatan hukum. Nanti tidak ada lagi verifikasi, karena KPU kabupaten/kota dan provinsi menerima kepastian hukum dari KPU pusat.

a�?Tentu berdasarkan PKPU. Apakah sudah ada putusan inkrah atau upaya islah. Paling tidak sebelum pendaftaran calon,a�? paparnya.

Lebih lanjut, Aksar mengatakan KPU Pusat, Bawaslu, dan DKPP berupaya berkoordinasi dengan Mahkamah Agung agar parpol yang sedang bersengketa bisa mendapatkan keputusan inkrah sebelum masa pendaftaran calon. a�?Tetapi yang paling penting adalah upaya dari partai itu sendiri,a�? katanya.

Untuk diketahui, saat ini Golkar dan PPP dipastikan tidak bisa mengusung calon kepala daerah karena persoalan internal. Untuk Golkar jika tidak bisa segera menyelesaikan permasalahan di tingkat pusat berpengaruh bagi kader yang akan mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah di Lombok Utara.

Saat ini, kader Golkar yakni Mariadi sudah memastikan diri maju berdampingan dengan Djohan Sjamsu dalam pilkada Lombok Utara. Namun jika Golkar tidak juga menemui kata islah ataupun ada keputusan inkrah maka pencalonan Mariadi bisa terganggu.

Sementara itu, Djohan Sjamsu yang ditemui beberapa waktu lalu tetap memastikan Mariadi sebagai calon pendampingnya. a�?Yang tidak bisa mencalonkan kan partainya. Mariadi tidak haram kan jadi calon wakil bupati. Lagipula paket ini sudah tersosialisasi sejak lama,a�? ujar Djohan beberapa waktu lalu.

Untuk langkah antisipasi kemungkinan ini, Djohan mengakui sudah memikirkan beberapa alternatif yakni dengan menjalin komunikasi politik dengan partai lain untuk berkoalisi. a�?Demokrat ditambah partai lain saya yakin cukup untuk maju. Ini langkah antisipasi jika Golkar tidak bisa mencalonkan kadernya,a�? jelasnya. (puj/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *