Ketik disini

Giri Menang Headline

Lembar Belum Move Ona��

Bagikan

*Diminta Tunjukkan Tiket, Sopir Truk Malah Protes

GIRI MENANG – Puluhan sopir truk yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar) menggelar aksi mogok, kemarin. Mereka memprotes kebijakan yang dikeluarkan ASDP Lembar.

Aksi mogok itu berlangsung sejak pukul 07.00 Wita. Mereka mendesak ASDP memberikan klarifikasi terhadap kebijakan penertiban tiket yang dianggap memberatkan para sopir truk.

Reaksi para sopir ini tidak sampai mengganggu kelancaran penyeberangan Pelabuhan Lembar. Aktivitas bongkar muat penumpang tetap berjalan normal.

Informasi yang didapat Koran ini, aksi ini bermula ketika para sopir truk dilarang masuk ke dalam Kapal Podling 7. Sekitar pukul 05.00 Wita, mereka yang sudah bersiap masuk ke dalam kapal tiba-tiba dihadang dan tidak diizinkan masuk.

Mereka dilarang masuk karena saat petugas kapal meminta menunjukkan tiket, para sopir tidak bisa menunjukkannya. Alasannya, tiket itu masih ditahan petugas ASDP.

a�?Mereka dihadang karena belum membayar tiket kapal itu,a�? kata salah seorang petugas kapal Julian, kemarin (5/5).

Tak lama berselang, para sopir bergegas menuju tempat pengambilan tiket di ASDP. Mereka ternyata baru membayar lunas tiket tersebut. Namun saat akan naik ke kapal, mereka tetap dilarang masuk pihak kapal dan ASDP.

Petugas ASDP berdalih truk-truk tersebut boleh dinaikkan, namun harus menunggu lima kapal lagi. Mendengar jawaban itu, para sopir meradang. Emosi mereka diperlihatkan dengan melakukan aksi mogok dan blokir jalur masuk kapal menggunakan truk.

Dalam aksinya itu, sopir sepakat menghadang truk lain jika truk yang lebih awal tidak dinaikkan. Sebab, para sopir ini merujuk pada kebijakan ASDP sesuai rapat, beberapa waktu lalu.

a�?Kebijakan ASDP itu, mobil atau truk yang masuk harus sesuai antrean. Tapi, sekarang kebijakannya beda lagi,a�? aku Heri, salah seorang sopir.
Selain itu, ASDP juga mengeluarkan kebijakan bagi truk yang sudah mengantongi tiket diperbolehkan masuk. Sementara, sopir yang belum pegang tiket, pembayarannya akan dilunasi perusahaan.

a�?Tapi apa yang diterapkan di lapangan tidak sesuai dengan kebijakan ASDP. Pihak ASDP terkesan pilih kasih,a�? duganya.

Heri menduga, pihak ASDP bermain dengan sopir. Bagi mereka yang membayar lebih mahal, maka truk tersebut diiziinkan masuk. Hal ini lah yang menurut Heri, membuat para sopir lain protes. Karena, pihaknya mencium ada kejanggalan dan permainan.

a�?Kalau yang bayar mahal, mereka izinkan masuk. Tapi, jika belum lunas dilarang masuk. Ini yang membuat kami protes,a�? tandasnya.

Aksi para sopir ini berlangsung hingga pukul 10.30 Wita. Aktivitas pelabuhan sendiri berjalan normal meski para sopir enggan menaikan truknya ke dalam kapal.

Kepala Cabang ASDP Lembar Charda Damanik yang dikonfirmasi terpisah menegaskan, sebenarnya tidak ada masalah. Menurut dia, pihaknya hanya melakukan penertiban dan meminta para sopir menunjukkan tiket penyeberangan.

a�?Ini agar pelayanan teratur. Permintaan menunjukan tiket itu adalah pebertiban. Kalau bukan kami yang menertibkan, siapa lagi dong,a�? kata dia, kemarin (5/5).

Selama ini, kata dia, terkadang tiket yang dibeli dari ASDP dibawa pengurus truk. Cara itu, sambung dia, praktis merugikan perusahaan yang truknya akan menyeberang.

a�?Inilah yang ingin kita benahi,a�? pungkas dia. (jlo/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys