Ketik disini

Sumbawa

Nyolong Motor untuk Beli Celana

Bagikan

SUMBAWA – Sulit diterima akal sehat, pengakuan FR, 15 tahun, seorang siswa SMK di seputaran Kota Sumbawa yang tertangkap karena mencuri motor ini. Dia mengaku telah membeli celana dari temannya namun belum dibayar. Nah, motor hasil curiannya inilah yang kemudian dijaminkan kepada pemilik celana. Ironisnya lagi, motor yang dicuri ini adalah milik teman sekolahnya.

FR, warga Desa Lito ini, kemarin (5/5), diciduk aparat Polres Sumbawa. Siswa salah satu SMK di Sumbawa ini mencuri sepeda motor salah seorang teman sekolahnya tanggal 23 Maret lalu.

Pantauan Radar Sumbawa (Lombok Post Group), selama pemeriksaan, FR hanya bisa tertunduk malu. Dia menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan penyidik Reskrim Polres Sumbawa. Dia juga mengakui perbuatannya. Selama pemeriksaan, dia didampingi orang tuanya, mengingat FR masih di bawah umur.

Kasatreskrim Polres Sumbawa, Iptu Tri Prasetiyo mengatakan FR dijemput langsung di sekolahnya, kemarin (5/5). FR melakukan pencurian sepeda motor di halaman parkir PDAM Sumbawa yang terletak di samping sekolahnya.

Dituturkan, saat kejadian, FR melihat sepeda motor jenis Vega R itu dalam keadaan stang yang tidak terkunci. Lalu FR membuka bebekan sepeda motor itu menggunakan obeng yang ada di dalam jok sepeda motor tersebut. FR kemudian memutus skring sehingga bisa menghidupkan dan membawa lari sepeda motor tersebut.

Aksi pencurian ini terungkap berawal ketika FR terlibat persoalan dengan salah seorang temannya. Di mana FR membeli celana dari temannya itu, namun belum dibayar. Akhirnya dia menjaminkan sepeda motor yang dicurinya itu kepada temannya.

Informasi ini kemudian diketahui korban. Setelah diperiksa, ternyata sepeda motor itu adalah miliknya.

”Korban meminta bantuan kepada kami lalu kami melakukan penyitaan terhadap sepeda motor tersebut,” katanya.

Setelah diamankan, sepeda motor tersebut sudah dipreteli pelaku. Setelah itu, FR langsung diamankan di sekolah. Hasil pemeriksaan sementara, FR baru pertama kali melakukan pencurian sepeda motor. FR juga tidak memiliki keterkaitan dengan aksi curanmor di lokasi yang lain.

Menurut Tri, apa yang dilakukan FR ini merupakan tindak pidana pencurian biasa. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. Dalam undang-undang peradilan anak, persoalan yang membelit FR wajib dikenakan diversi. Namun, pihaknya mendapat informasi bahwa FR pernah mencuri di kantin sekolahnya. Tapi persoalan itu tidak dilaporkan dan dilakukan perdamaian antara pihak keluarga FR dan pemilik kantin.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Pemasyarakatan (Bapas) Sumbawa. Nantinya pihaknya akan melihat seperti apa petunjuk dari Bapas, apakah akan dilakukan diversi atau ditangani sesuai peradilan biasa. (run/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *