Ketik disini

Metropolis

Proyek Australia di NTB Terancam

Bagikan

*Setelah Sepekan Dubes Ditarik

MATARAM – Pemprov NTB berharap hubungan bilateral antara Indonesia dengan Australia bisa pulih segera. Hubungan renggang dua negara tetangga setelah eksekusi mati duo Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, dikhawatirkan akan berdampak pada program kerja sama dua negara. Termasuk yang dijalankan di NTB.

a�?Kita memang khawatir. Karena itu, kita berharap dampaknya tidak terlalu lama,a�? kata Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, kemarin (5/5). Sudah sepekan terakhir, Perdana Menteri Australia Tony Abott menarik Duta Besar Australia di Indonesia, sebagai protes atas eksekusi mati.

Wagub mengatakan, NTB ingin agar persoalan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia bisa cepat mereda. Dia mengatakan, jangan sampai ancaman Australia agar bantuan ke Indonesia dihentikan menjadi kenyataan.

Saat ini posisi daerah, terutama NTB memang akan sangat merasakan dampak langsung jika ancaman itu benar-benar direalisasikan Australia. Terutama dari sejumlah program yang kini sedang berjalan dan memasuki tahap akhir. Sementara di satu sisi, NTB juga kata Wagub tengah menginisiasi agar program serupa dilanjutkan.

Sejumlah program yang diinisiasi Australia-Indonesia di NTB antara lain terkait program kemitraan Indonesia dan Australia untuk desentralisasi (AIPD), yang berakhir pada 2015 ini. Program AIPD sudah dimulai sejak 2009 silam. Indonesia dan juga Australia, tetap menginginkan program ini berlanjut.

Program lain di bidang infrastruktur dan sanitasi. Sejak 2013 lalu, Australia telah melakukan proyek percontohan sistem pemeliharaan jalan provinsi di NTB, yang jika berhasil, model ini akan diterapkan di daerah lain Indonesia.

Program ini menjadikan pemerintah Australia menanggung 40 persen seluruh biaya pemeliharaan jalan provinsi, setelah terlebih dahulu ditalangi seluruhnya oleh pemerintah daerah. Rencananya, program ini akan berlanjut ke tahap II untuk berlangsung hingga 2018.

Di sisi lain, NTB kini tengah merayu pemerintah Australia agar terlibat dalam program akses pemerataan air bersih dan sanitasi. Total hingga 2018, NTB memerlukan sedikitnya Rp 400 miliar untuk membiayai program ini. Menjadikan seluruh daerah di NTB sudah terjangkau akses air bersih, sehingga tak lagi ada daerah dilanda kekeringan tiap tahun.

Program akses air bersih dan sanitasi ini diharapkan meniru program pemeliharaan jalan. Sehingga sebesar 40 persen dari Rp 400 miliar yang dibutuhkan, bisa ditanggung Australia. (kus/r9)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys