Ketik disini

Giri Menang

Tak Berani Pulang, Nginap di Masjid

Bagikan

*Cerita Korban Banjir Bandang di Lobar (2-Habis)

Ketika banjir tiba, banyak warga yang tidak berani berdiam diri di rumah. Mereka memilih mengungsi di masjid dan rumah keluarganya.

***

SORE itu, hujan deras mengguyur wilayah Kediri. Berselang beberapa jam, banjir pun datang. Air keruh dan lumpur perlahan-lahan masuk ke rumah korban banjir.

Warga yang diterjang banjir pun mencoba membendungnya. Mereka berusaha membuat hadangan seperti tanggul di depan pintu gerbang. Hanya saja, usaha mereka tak mampu lagi membendung air yang terus menggerus kediamannya.

Awalnya, para korban banjir belum beranjak dari rumahnya. Mereka tetap bertahan meski air terus masuk dan menggenangi rumahnya.

”Saya kira airnya akan surut, makanya saya pilih bertahan dulu,” kata Salimin warga Kediri.

Rupanya perkiraan Salimin meleset. Air keruh makin deras dan meninggi. Awalnya, genangan air belum melewati jendela rumahnya, tapi lama-kelamaan air ketinggiannya kian meningkat.

Ia pun terpaksa keluar dari rumah bersama keluarganya. Ia membawa barang berharga dan makan untuk bekal.

”Kami disuruh ngungsi ke tempat lebih tinggi,” katanya.

Para petugas yang berasal dari aparat desa, TNI, Polri, dan BPBD memerintahkan Salimin dan warga lain untuk keluar dari rumah. Mereka mengarahkan warga untuk pindah ke masjid dan ponpes yang tidak dihinggapi banjir.

”Kami takut saat itu, apalagi sudah malam,” ujarnya.

Dirinya bersama sang istri serta anak terpaksa menginap di masjid, begitupun dengan warga lain. Sebab, air yang menggenangi rumahnya sama sekali belum surut.

”Kita nginap di masjid saja. Tak berani pulang ke rumah,” ujarnya.

Warga lain, Fitria mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku tak berani pulang, karena situasinya masih mencekam. Terlebih lagi, genangan air itu sudah menggenangi rumahnya setinggi 1,5 meter.

”Kami nginap juga di masjid bersama warga lain. Ada ratusan orang yang bermalam di masjid,” aku dia.

Fitria sendiri tak tidur hingga pagi. Ia makin terpikir dengan kondisi rumahnya yang digenangi air, apalagi barang elektronik serta surat berharga tidak sempat dibawa.

”Saya pulang ke rumah pagi hari. Saya lihat barang-barang saya sudah rusak semuanya,” keluhnya. (ISLAMUDDIN)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *