Ketik disini

Giri Menang Headline

KLU Jangan Durhaka!

Bagikan

*Aset Belum Dikasih tapi Klaim Duluan

GIRI MENANG – Pemkab Lombok Barat (Lobar) akhirnya gerah juga dengan ulah Pemkab Kabupaten Lombok Utara (KLU). Aset di Amor-Amor dan Gili Trawangan terus diklaim daerah yang ‘’dilahirkan’’ Lobar ini.

Padahal, dua aset itu sama sekali belum diserahkan Pemkab Lobar. Tapi, secara sepihak Pemkab Lombok Utara nekat memasukan dua aset itu menjadi harta daerah.

”Secara fakta, itu (aset) milik Lobar,” tegas Wabup Lobar H Fauzan Khalid yang dikonfirmasi mengenai penyelesaian soal aset di KLU, kemarin (6/5).

Sejauh ini dua aset itu belum diserahkan kepada KLU. Selain itu, dua daerah itu juga belum menggelar pertemuan untuk membahas penyelesaian kepemilikan aset.

Fauzan menjelaskan, jika memang ada permintaan dari KLU agar dua aset itu diserahkan, harus ada pertemuan dulu. Di situlah akan ditarik benang merahnya, apakah Lobar akan menyerahkan atau tidak.

”Kalau KLU mau minta, ya harus bertemu,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan aset tersebut tetap milik Lobar. Dua aset itu tidak termasuk yang diserahkan kepada KLU saat pemekaran.

”Kita belum serahkan. Persoalan menyerahkan, orang yang mau diserahkan aset tidak usah ribut duluan, apalagi melalui media,” terangnya.

Apakah Lobar akan menyerahkan dua aset itu? Fauzan mengatakan, dirinya belum bisa memutuskan. ”Bukan berarti kita mengalah. Tapi, harus ada pertemuan dulu. Jangan sampai ada klaim sepihak. Yang harus gagas pertemuan, ya anak kita dong,” tandasnya.

Kalangan DPRD Lobar juga merasa risih dengan pengakuan sepihak dari KLU terkait aset. Padahal, Lobar sama sekali belum menyerahkan dua aset yang di Amor-Amor dan Gili Trawangan.

Anggota DPRD Indra Jaya Usman menegaskan, aset tersebut tidak termasuk dalam berita acara penyerahan aset Lobar pada KLU. Otomatis, aset tersebut masih dalam genggaman Pemkab Lobar.

”Aset itu belum diserahkan,” katanya kepada wartawan, kemarin (6/5).

Ia menilai KLU terlalu berhasrat memiliki aset tersebut. Tapi, mereka tidak merujuk pada berita acara penyerahan ketika pemekaran dulu.

Indra menilai, KLU terlalu berhasrat memiliki aset tersebut. Bahkan, mereka rela berdebat melalui media. Namun ketika Pemkab Lobar menyerahkan 2500 PNS, mereka menolaknya.

”Kelihatan sekali mereka ngotot memiliki aset itu. Giliran PNS diberikan mereka tidak mau terima, malah dikembalikan. Ini durhaka namanya,” tegas dia.

Aset yang tengah direbutkan itu berada di Amor-Amor seluas 60 hektare. Sementara, di Gili Trawangan seluas 24 are. Di lokasi itu, Pemkab Lobar telah memasang plang sebagai tanda asetnya.

Indra menambahkan, seharusnya persoalan ini tidak makin memanas, apalagi berperang di media. ”Komunikasikan dengan baik. Selesaikan dengan cara diskusi. Tidak perlu perang di media,” kritiknya.

Saat pemekaran, Pemkab Lobar memang menyerahkan sebagian asetnya. Khususnya, aset yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti gedung sekolah, puskesmas, dan sarana lain untuk mendukung pelayanan pemerintahan. Sementara, kekayaan daerah yang lain seperti aset lahan tidak semuanya diserahkan. (jlo/r6)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *