Ketik disini

NASIONAL

Lapor Ombudsman, Lanjut Praperadilan

Bagikan

JAKARTA – Perlawanan Novel Baswedan terhadap penangkapannya mulai dilakukan. Bersama kuasa hukumnya, kemarin Novel melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman. Yang dilaporkan Kabareskrim Komjen Budi Waseso sampai bintara bernama Yogi Haryanto.

Saat datang maupun ketika meninggalkan Ombudsman, Novel enggan banyak bicara. Dia hanya mengaku optimis Ombudsman bekerja dengan baik, meskipun sampai saat ini rekomendasi instansi itu terkait laporan Bambang Widjojanto tak digubris Mabes Polri. “Kalau nggak percaya pada aparatur yang ada, lalu ke siapa lagi?” ujarnya.

Bambang Widjojanto memang pernah melaporkan dugaan maladministrasi pada penangkapannya. Kala itu Ombudsman telah melakukan investigasi dan mengeluarkan rekomendasi. Salah satunya agar Mabes Polri memberikan sanksi untuk Brigjen Victor Simanjuntak. Namun hingga 60 hari sesuai batas dalam undang-undang, rekomendasi itu tetap tak digubris oleh Polri.

Kuasa hukum Novel, Muji Kartika Rahayu mengatakan semua informasi terkait penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan rekonstruksi telah disampaikan ke Ombudsman. “Tinggal menunggu mereka memverifikasi saja. Setelah itu kita kembali koordinasi,” imbuhnya.

Muji menambahkan, maladministrasi yang dilaporkan bukan hanya diartikan pelanggaran terhadap aturan-aturan administratif di bawah KUHAP. Melainkan maladministrasi seperti yang disebutkan dalam pasal 1 angka 3 Undang-Undang No. 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. “Maladministrasi sebagai tindakan kesewenang-wenangan yang mengakibatkan kerugian bagi pelapor,” tandasnya.

Kartika berharap pihak kepolisian bisa kooperatif membantu proses verifikasi Ombudsman. Sehingga rekomendasi tersebut bisa segera didapatkan. “Kalau cepat kan nanti bisa digunakan sebagai bahan praperadilan,” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Ombudsman bidang penyelesaian masalah, Budi Santoso berjanji menindaklanjuti laporan Novel. Ombudsman akan segera membentuk satuan tugas (satgas) untuk memverifikasi laporan tersebut. Ketika ditanya kapan hasil verifikasi bisa disampaikan, Budi tidak berani memastikan. “Dulu kasus BW saya janjikan dua minggu ternyata sebulan. Semoga yang ini tidak terlalu lama,” ujarnya.

Budi mengaku, kemungkinan satgas yang dibentuknya membutuhkan waktu yang lebih lama dari kasus BW. Mengingat kasus Novel terjadi di Bengkulu. “Nantinya kita tidak langsung ke persoalan di Bareskrim, tapi kita mulai dari keterangan polsek dan polres di Bengkulu,” tandasnya.

Kasus Novel sebenarnya pernah ada di meja Ombudsman. Saat itu Novel diperkarakan pada kasus yang sama. Ketika itu dia sedang menangani kasus korupsi simulator yang menjerat Irjen Djoko Susilo. Namun perkara itu akhirnya dihentikan karena memang Bareskrim tidak melanjutkan perkara Novel.

Penyidik senior KPK itu dijerat kasus penganiayaan yang berujung pada kematian saat menangani kasus pencurian burung walet. Kasus itu terjadi pada 2004, saat Novel masih berstatus Kasat Reskrim Polres Bengkulu.(far/gun/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *