Ketik disini

Headline Pendidikan

Pak Kadis Ngomel-Ngomel

Bagikan

*Terkait Dugaan Kunci Jawaban UN SMP Beredar

MATARAM a�� Temuan selebaran diduga kunci jawaban di ujian nasional (UN) SMP sederajat langsung disikapi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB.

Kepala Dikpora NTB H Rosyadi Sayuti langsung mengumpulkan sejumlah pengawas ruang yang dinilai menjadi biang kerok peredaran kunci jawaban.

a�?a��Jika pengawas ruang UN ketat, kami yakin tak ada kunci jawaban,a��a�� kata Rosyadi, kemarin (6/5).

Diberitakan sebelumnya, Ombudsman NTB menemukan selebaran diduga kunci jawaban di sejumlah sekolah baik di Mataram maupun Lombok Barat. Ombudsman juga mendapati siswa yang sedang menggandakan kunci jawaban di salah satu warung internet (warnet) di Mataram.

Mantan Kepala Bappeda NTB itu pun ngomel kepada para pengawas yang hadir. Pengawas dinilai terlalu longgar. Ikhtiar pemerintah pun seolah sia-sia.

a�?Jika pengawas ruang UN memberikan toleransi kepada siswa tidak akan terlaksana UN jujur,a�? ucapnya.

Ia menyebut, oknum pembuat kunci jawaban ini tidak bakal masuk jika pengawasan ruangan ketat. Siswa yang bakal mengikuti UN, seharusnya diperiksa semua.

a�?Temuan Ombudsman NTB itu indikasi pembiaran,a�? ucapnya.

Lebih lanjut, meski UN tak lagi menjadi penentu kelulusan. UN masih memilki nilai yakni sebagai salah satu syarat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Seharusnya, UN sebagai pemetaan tanpa menjadi syarat melanjutkan ke jenjang SMA.

a�?Selama UN masih memilki iming-iming maka akan ada celah untuk melakukan kecurangan. Teruatama kepada siswa yang malas belajar akan mencari sekuat tenaga bocoran UN ini,a�? imbuhnya.

Senada, Kasi Kurikulum Dikpora NTB H Muhtadi Khairi menambahkan, UN harusnya dilaksanakan jujur. Karena bukan nilai siswa saja yang dicari, melainkan integritas sekolah. a�?a��Pengawasan harus diperketat sehingga tak ada celah siswa melakukan kecurangan,a��a�� katanya.

Sementara itu, Dikpora Mataram memilih cuci tangan soal temuan kunci jawaban. Dikpora tidak mau disalahkan.

a�?Yang jelas, kami melakukan pengawasan serta pengamanan naskah soal UN sesuai SOP,a�? kata Sekretaris Dinas (Sekdis) Dikpora Kota Matam H Isin.

Dikatakan, distribusi naskah soal sudah sesuai petunjuk teknis. Polisi dilibatkan dalam mengawal soal.

a�?Ini memang ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Mereka memanfaatkan peluang ini demi meraup keuntungan pribadi,a�? katanya.

Terkait keterlibatan orang dalam, pria berkacamata ini tidak berani berspekulasi.

a�?Bagaimana mau bocor, dua kunci utama dipegang masing-masing oleh Dikpora dan polisi. Ini memang lansung dari luar,a�? jelasnya.

Isin menambahkan, sehari sebelumnya, pihak dinas telah memberikan imbauan berupa SMS (pesan singkat) pada semua sekolah penyelenggara. Isinya mengingatkan tidak percaya pada kunci jawaban.

a�?Ini adalah bukti, masih banyaknya siswa yang tidak percaya pada kemampuannya. Padahal tujuan ujian tahun ini hanya melihat kejujuran dan integraitas siswa dan sekolah,a�? tandas Isin.(jay/crzen/r13)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys