Ketik disini

Giri Menang

Sasar Sekolah, Pelajar Melanggar, Orang Tua Dipanggil

Bagikan

*Tekad Kasatlantas Tekan Angka Kecelakaan

Kecelakaan masih menghiasi ruas jalan di Lombok Barat (Lobar). Tidak ingin angka kecelakaan terus meningkat, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Lobar bertekad memangkasnya.

***

SEORANGA�perwira berbadan kekar menebar senyum kala menyapa awak media. Pria dengan pangkat dua balok dipundaknya itu baru saja beranjak dari masjid.

Songkok putih yang dikenakan masih melekat di kepalanya. Ketika berada di ruang tunggu pembuatan SIM, perwira yang diketahui Kasatlantas Polres Lobar langsung bersalaman dengan para wartawan.

Sambil menampilkan senyum khasnya, Kasatlantas Iptu Gusriyadi Abustan memperkenal diri. Lalu, mempersilakan masuk ke dalam ruangannya.

Selama berada di ruangan itu, perwira yang akrab disapa Gusriyadi banyak bercerita mengenai tekadnya menurunkan angka kecelakaan.

Pria lulusan polisi tahun 2010 itu mengaku memiliki program yang bakal diterapkan selama memimpin Satlantas. Programnya itu berusaha menurunkan angka kecelakaan di wilayah Lobar.

Mantan Kanit Lakalantas Polres Dompu ini memiliki cara yang unik. Dalam menerapkan programnya itu, Gusriyadi tidak langsung menyasar para pengendara di jalan.

Ia lebih dulu memberikan imbauan dan sosialisasi kepada pengguna jalan, khususnya sekolah-sekolah SMP dan SMA.

a�?Sosialisasi ke sekolah-sekolah sudah jalan,a�? akunya.

Gusriyadi yang pernah menjabat Kanitregiden Polres Dompu ini menjelaskan, imbauan yang disampaikan kepada pelajar itu lebih condong kepada penggunaan kendaraan roda dua.

Ia mengatakan, para pelajar diminta agar tidak menggunakan kendaraan motor ke sekolah. Permintaan itu disampaikan secara langsung dihadapan para siswa.

Selain itu, kata mantan Kanit Turjawali Polres Mataram ini, pihaknya menyampaikan pula kepada kepala sekolah.

a�?Kami surati juga Dikpora yang ditembuskan pada bupati,a�? terang perwira yang pernah merasakan kursi Kanit Regident Polres Kota Bima ini.

Setelah sosialisasi, lanjut dia, langkah selanjutnya adalah penindakan. Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Menurut dia, jika dalam penindakan ditemukan ada pelajar yang melanggar atau menunggangi kendaraan tanpa dilengkapi SIM, pihaknya akan memanggil orang tuanya.

a�?Kami akan buat surat pernyataan agar tidak mengizinkan anaknya bawa kendaraan ke sekolah,a�? terang dia.

Jika membandel, tegas pria kelahiran tahun 1971 itu, pihaknya terpaksa menilang. Sebab, pengendara yang belum melengkapi diri dengan SIM melanggar aturan.

a�?Kalau pelajar SMP kan tidak mungkin ada SIM. Makanya kami imbau agar orang tua tidak mengizinkan berkendaraan,a�? tegas dia.

Langkah ini, sambung mantan Kaurlantas Polres Kota Bima, untuk menekan angka kecelakaan. Sebab, korban kecelakaan ini kebanyakan usia produktif atau dibawah umur.

a�?Kabanyakan korban kecelakaan meninggal dunia ini dibawah umur. Makanya kami sasar sekolah-sekolah dulu,a�? ujar dia.

Tidak hanya pelajar, kata Gusriyadi, pengendara umum pun diminta untuk perhatikan keselamatan. Karena, banyak pula pengendara dewasa meninggal di jalan.

a�?Terutama yang tidak memakai helm,a�? kata dia.

Ia meminta kepada pengendara untuk melengkapi diri jika bepergian menggunakan kendaraan. Misalkan, helm dan surat-surat kelengkapan lainnya.

a�?Jika dibanding dengan daerah lain, Lobar tidak terlalu tinggi. Namun, secara nasional kecelakaan ini tinggi, makanya kami ingin tekan,a�? ujar dia.

Selama tiga pekan duduk sebagai Kasatlantas Polres Lobar, Gusriyadi mengaku, angka kecelakaan tidak terlalu tinggi. Kecelakaan yang tercatat hanya 4 lokasi dan tidak ada yang meninggal dunia.

a�?Itupun luka ringan,a�? pungkasnya. (Islamuddin)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *