Ketik disini

Bima - Dompu

Selama UN Semua Siswa Menginap di Sekolah

Bagikan

* Melihat Pelaksanaan UN di SMPN 3 Satap Woha

Berharap lulus dengan gemilang, 42 orang siswa di SMPN 3 Satu Atap (Satap) Woha rela menginap di sekolah. Hal itu mereka lakukan karena jarak rumah mereka dengan sekolah cukup jauh.

JARAK antara SMPN 3 Woha di Desa Padolo, Kecamatan Palibelo dengan Desa Keli, Kecamatan Woha sekitar 10 sampai 13 kilometer. Satap SMPN 3 Woha mulai dimekarkan sejak 2002 lalu di Desa Keli, Kecamatan Woha. Sehingga setiap UN digelar, para siswa sekolah tersebut harus mengikuti UN bersama siswa di SMPN 3 Woha.

Selain jarak yang jauh, para siswa ini juga dihadapkan pada akses transportasi yang terbatas. Kondisi ini praktis membuat para siswa memilih tidur di sekolah. Selain irit biaya, waktu untuk belajar pun tidak terbuang sia-sia.

Ide untuk menginap di sekolah ini memang menjadi inisiatif para siswa sendiri. Pasalnya, jika berangkat langsung dari rumah mereka takut terlambat. Jarak tempuh membuat mereka tak sempat membuka materi pelajaran setibanya di rumah.

Menginap di sekolah selama UN bukan kali pertama dilakoni para siswa Satap SMPN 3 Woha. Bahkan, para siswa sudah melakoni rutinitas tersebut sejak 10 tahun terakhir.

Walaupun dihadapkan soal ujian yang cukup sulit, namun suasana cair tetap terpancar dari wajah mereka. Ini karena kegiatan makan, minum, belajar, bahkan berdoa dilakukan bersama-sama. Guna menjaga konsentrasi belajar, pihak sekolah pun memberlakukan aturan ketat.

Siswa dilarang meninggalkan sekolah tanpa sepengetahuan guru piket.

a�?Mereka kami dorong untuk fokus belajar, demi hasil yang baik. Bahkan setiap malam kami sudah sediakan guru pembimbing mata pelajaran,a��a�� kata koordinator KBM Satap SMPN 3 Woha, Adnan.

Para siswa memanfaatkan ruang laboraturium sekolah untuk tidur, makan dan belajar. Mereka tidur menggunakan matras sekolah dan karpet musala.

Aktivitas dan bimbingan belajar juga dipantau para guru. Demikian pula saat jam makan dan istirahat, para guru tak segan mendampingi mereka. Untuk bahan makanan, sebagian merupakan hasil patungan wali murid.

Nurilis Amelia, seorang siswa mengaku santai saja mengikuti UN dan menginap di sekolah bersama teman-teman. Karena dia bisa belajar bersama dan menghindari gangguan yang bisa merusak konsentrasi belajar.

a�?Selain itu, supaya tidak terlambat saat mengikuti UN,a�? ujarnya.

Siswa asal Desa Keli ini berharap agar pemerintah memperhatikan sekolah mereka. Dia meminta pemerintah segera membangun sekolah mereka agar tahun depan siswa tidak lagi numpang di sekolah lain. (Rusyadin)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys