Ketik disini

NASIONAL

DPR Ingatkan Kemenag Aturan Haji Sekali

Bagikan

JAKARTA – Komisi 8 DPR RI mendesak Kementerian Agama (Kemenag) segera membuat aturan atas kebijakan haji satu kali, yang rencananya akan diterapkan tahun ini. Mengingat, tinggal tiga bulan lagi pelaksanaan ibadah suci umat Islam itu dilakukan. Sehingga seluruh persiapan haji harus segera dilakukan.

Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menuturkan, aturan terebut perlu segera dibuat untuk dapat segera disosialisasikan. Sebab, hingga kini banyak CJH yang masih “buta” pada rencana kebijakan baru itu. “Diharapkan segera, agar masih tersedia waktu untuk sosialisasi,” katanya.

Dalam aturan baru tersebut, Saleh meminta agar Kemenag menjelaskan secara detail mengenai pembatasan haji satu kali, termasuk terkait aturan yang tidak bersifat absolute. Artinya, haji satu kali bisa saja dibatasi bagi mereka yang sudah pernah berhaji dalam kurun waktu 10-15 tahun terakhir. Namun, setelah 10-15 mendatang mereka akan diperbolehkan kembali untuk mendaftar.

“Karena pada prinsipnya ibadah kan tidak boleh dilarang ya. Jadi Kemenag harus menjelaskan secara rinci bagaimana itu dalam aturannya,” tuturnya.

Namun, lanjut dia, kebijakan bisa dievaluasi kembali jika kuota haji Indonesia dan daftar antrian sudah normal kembali. Seperti diketahui, kuota haji Indonesia mengalami pemotongan sebesar 20 persen terdampak dari perbaikan di wilayah Masjidilharam. Pemotongan tersebut juga berlaku untuk negara-negara penyelenggara haji lain.

Menurut Saleh, kebijakan haji satu kali ini sudah tepat. Kebijakan haji satu kali dapat dimaksutkan sebagai upaya pemenuhan rasa adil bagi masyarakat. Pasalnya, di Indonesia muncul fenomena di mana mereka yang memiliki uang lebih cenderung mendapatkan kesempatan berkali-kali dibanding dengan mereka yang memiliki kemampuan pas-pasan. “Dengan kebijakan haji satu kali, kesempatan melaksanakan ibadah haji menjadi lebih luas dan terbuka,” tutur Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi daftar antrean calon jamaah haji yang semakin panjang. Sebab saat ini, daftar antrean haji bukan lagi hanya sebatas 10-15 tahun, bahkan mencapai 20 tahun. Dengan antrean sepanjang itu, kata dia, tentu tidak adil jika kesempatan diberikan kepada mereka yang sudah pernah berhaji atau bahkan sering berhaji. “Kalau kebijakan pembatasan tidak ada, dikhawatirkan antrean akan semakin panjang. Kalau sudah terlalu panjang, pemerintah dinilai akan sulit mengendalikan,” tegasnya. (mia/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys