Ketik disini

Headline Sportivo

Jangan Dikomersilkan Dong!

Bagikan

Gelanggang Pemuda Mataram merupakan salah satu sarana dan prasarana dibidang olahraga. Namun kini keberadaannya dikeluhkan oleh masyarakat. Salah satunya terkait ada dugaan komersialisasi oleh pengelola.
——
Gelanggang Pemuda Mataram yang ada di Jalan Pendidikan kini menjadi arena olahraga baru. Bahkan tempat ini paling ramai dikunjungi masyarakat untuk melakukan aktivitas. Baik untuk mengeluarkan keringat ataupun menggelar even atau kompetisi olahraga. Karena beberapa fasilitas yang ada di sana memang sangat mendukung untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga.

Seperti; futsal, voli, bela diri, panjat tebing, bahkan untuk kegiatan seremonial. Sayangnya keberadaan Gelanggang pemuda kini menimbulkan keresahan di kalangan pencinta olahraga. Pasalnya, mencuat isu bahwa fasilitas olahraga yang ada di Gelanggang Pemuda dikomersilkan oleh Balai Pengelola Prasarana Sarana Pemuda dan Olahraga (BP2SPO) yang bernaung di bawah Dikpora Provinsi NTB selaku pengelola.

“Kami kemarin menggelar kegiatan futsal, dipatok harga untuk penggunaan lapangan Rp 4 Juta,” keluh Ketua OSIS SMAN 2 Mataram, Cintya. Awalnya ia mengaku menggunakan lapangan futsal selama tujuh hari dan dikenai tarif sebesar Rp 3 Juta. Namun karena jumlah peserta banyak, maka waktu tujuh hari tidak cukup sehingga ditambah menjadi 10 hari. Tambahan tiga hari tersebut dikenai biaya Rp 1 Juta.

Melihat kondisi ini Pembina Futsal SMANDA -julukan SMAN 2 Mataram- merasa kasihan pada siswa yang menjadi panitia dalam hal ini OSIS. Padahal dengan mengelar even tersebut mereka hanya belajar berorganisasi dan meramaikan kompetisi futsal. Namun hal ini malah dimanfaatkan oleh para pengurus BP2SPO. Parahnya lagi biayaA� parkir saat acara final berlangsung diminta untuk bagi dua. “Padahal biaya parkir tersebut kami gunakan untuk membayar honor wasit. Tapi karena kami tidak mau memperpanjang masalah yang penting acara kami lancar kami ikuti saja,” keluh cewek Finalis Dedare Xpres 2013 ini lagi.

Selain Cintya, beberapa kegiatan yang berlangsung disana juga kerap dikenai biaya yang dikatakan sebagai biaya kebersihan. Namun, yang disayangkan biaya kebersihan tersebut dipatok oleh pengelola dan kerap dianggap terlalu tinggi serta memberatkan pengguna.

Beberapa waktu lalu ketika INKAI Mataram memanfaatkan Gelanggang Pemuda untuk menggelar kejuaraan. Meski akhirnya waktu itu disinyalir ada misskomunikasi. Namun setelah ditelusuri wartawan Lombok Post, ternyata tidak ada aturan yang mewajibkan pengguna untuk menyewa atau mengeluarkan biaya untuk penggunaan arena olahraga di BP2SPO.

Hal itu diutarakan langsung oleh salah seorang petugas Dinas Pendapatan Daerah NTB yang selama ini kerap menjadi alasan penarikan biaya penggunaan. “Kami hanya menarik pajak. Tidak ada kaitannya dengan BP2SPO untuk saat ini. Coba hubungi Biro Umum bagian Perlengkapan Pemprov NTB,” terang salah seorang Petugas Dispenda NTB.

Saat dikroscek ke Kantor Gubernur NTB, Muna’im selaku Kasubag Perlengkapan Biro Umum mengatakan bahwa tidak pernah memberikan target atau menarik biaya dari Gelanggang Pemuda Mataram. Meskipun Gelanggang Pemuda termasuk dalam aset daerah. Menurutnya, justru salah jika ada penarikan biaya sewa dari pengurus BP2SPO. Karena belum ada regulasi perda yang mengatur hal tersebut.

“Itu memang aset daerah tapi penggunaanya diserahkan ke SKPD dalam hal ini Dikpora. Arena tersebut tidak boleh disewakan sebelum ada regulasi yang mengatur dalam hal ini Perda atau minimal Pergub,” tegasnya.

“Kalau biaya kebersihan, itu hal yang wajar. Tapi tidak boleh dipatok. Kalau dipatok dengan ketentuan tertentu itu bisa jadi temuan. Harus hati-hati,” sambungnya.

Kepala BP2SPO Asni selaku pengelola mengaku tidak pernah mematok tarif untuk biaya penggunaan area di Gelanggang Pemuda Mataram. “Tidak pernah kami mematok. Itu juga bukan biaya sewa, karena yang ada adalah biaya kebersihan dan pemeliharaan,” tegasnya.

Biaya yang diberikan para pengguna Gelanggang Pemuda Mataram selama ini dijelaskan Asni diberikan pada para petugas kebersihan dan untuk biaya pemeliharaan fasilitas yang ada di sana. Misalnya, untuk bayar listrik, air, dan fasilitas yang perlu dibenahi. “Saya selalu tegaskan ke bawahan, jangan pernah mematok. Saya sendiri tidak pernah berhubungan langsung dengan uang kebersihan dan pemeliharaan tersebut,” akunya.

Kalaupun ada keluhan para pengguna dalam hal ini masyarakat olahraga dari kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, ia menyayangkan hal tersebut. “Keberadaan Gelanggang Pemuda Mataram ini untuk pembinaan. Jadi fasilitas ini milik masyarakat itu sendiri. Saya malah senang di sini selalu ramai,” tuturnya.

Namun, ia juga mengakui kalau kondisi dan posisinya saat ini ibarat buah simalakama. Karena saat ini memang tidak ada Perda atau Pergub yang mengatur untuk penarikan biaya sewa. Akan tetapi, tidak mungkin ia juga, membiarkan begitu saja Gelanggang Pemuda digunakan tanpa ada pengawasan dan pengaturan yang benar. “Biaya kebersihan inilah yang kami manfaatkan sekaligus untuk mengatur penggunaannya. Uang tersebut digunakan untuk menggaji para petugas yang bekerja di luar jam kantor,” jelas perempuan yang juga pengurus KONI NTB ini.

Terkait ada hal yang membuat pengguna tidak nyaman seperti bagi hasil uang parkir, Asni melayangkan permohonan maaf. “Saya akan mengoordinir mereka. Namun yang jelas, sekali lagi kami tidak pernah mematok,” tegasnya.

SMAN 1 Mataram yang juga akan menggunakan Gelanggang Pemuda Mataram mengutarakan keluhan yang sama. SMANSA -julukan SMAN 1 Mataram- akan menggelar SKETSA sebelumnya mengaku dipatok untuk biaya penggunaan Gelanggang Pemuda Mataram sebesar Rp 4 Juta. Namun kini mereka sudah dihubungi kembali untuk memberikan biaya penggunaan seikhlasnya untuk biaya kebersihan. “Iya mas, awalnya kami dimintai empat juta. Tapi kemarin sudah dihubungi lagi untuk menggunakan dulu. Masalah biaya nanti belakangan. Sewajarnya saja untuk biaya kebersihan dan perawatan,” ungkap Jaka.

Lalu Ratmajan, Kasi Pengelola yang bertanggung jawab urusan penggunaan mengutarakan hal yang senada dengan Asni. Ia mengaku kalau tidak pernah mematok para pengguna. Karena ia sadar juga Gelanggang Pemuda Mataram belum memiliki Perda atau Pergub untuk penyewaan. “Makanya kami sudah ajukan agar gelanggang ini bisa mendapat Perda untuk penggunaannya. Agar kami di sini juga jelas dan punya payung hukum yang kuat sebagai landasan,” terangnya.

Menurutnya, kemungkinan besar, Perda tersebut akan dibahas pemerintah daerah bersama anggota dewan pada rancangan APBD perubahan mendatang.

Ditanya mengenai pemasukan biaya kebersihan atau perawatan dalam satu bulan, pihak BP2SPO mengaku belum pernah merekapnya. Karena biaya kebersihan tersebut diberikan langsung kepada para petugas yang bekerja.

Namun diperkirakan jika sepuluh hari Rp 4 Juta, maka satu bulan bisa terkumpul Rp 12 Juta. Asumsi ini mengaku pada biaya yang dikelurkan oleh OSIS SMANDA. Itupun OSIS SMANDA mengaku hanya menggunakan lapangan dari pukul 13.00 Wita hingga 18.00 Wita. Di luar itu, lapangan futsal juga disewakan dengan tarif perjam yang berbeda-beda. “Untuk pagi, pengguna lapangan futsal dikenai biaya Rp 75 Ribu, sore, Rp 100 Ribu, dan malam Rp 110 Ribu karena menggunakan lampu,” tutur salah seorang pengguna.

Atas beberapa kejadian ini, Gelanggang Pemuda Mataram saat ini tengah menjadi sorotan. Selain biaya kebersihan yang dianggap terlalu mahal dan dikomersilkan, para pengguna mengeluhkan sering dipersulit. Oleh karena itu, kedepan harapannya pengurus BP2SPO bisa berbenah, mengevaluasi diri dan semakin lebih baik melayani masyarakat.

Dengan demikian keberadaan Gelanggang Pemuda Mataram bisa menjadi sarana olahraga yang murni untuk pembinaan dan kemajuan prestasi olahraga. (Hamdani Wathoni/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mr, fa, db, bl, ff, zn, gi, gc, cb, xq, bg, jm, xu, qu, pi, rk, cs, ka, ul, mq, zy, bh, wq, ah, nm, rh, dy, ii, sd, av, lj, jd, jf, qp, zc, we, ed, eu, cc, fh, uw, nf, bs, ln, qg, ue, xs, nn, de, ij, mw, lh, eb, dy, pg, nb, iz, to, ab, dx, qw, qv, im, qf, xu, yl, gg, an, sa, jn, uz, or, ox, iv, fn, yt, sr, bp, az, oi, hw, jr, oj, bq, yd, rn, ot, br, ff, jp, ie, sx, ow, zc, jt, ic, qp, xx, ju, ar, zz, jt, su, dd, we, yx, yk, ma, xi, gr, oo, it, la, bn, ji, li, kc, rm, oq, zy, sr, is, gh, hp, nz, gz, gu, gy, fd, rg, yk, vl, or, oa, cw, ra, fr, ba, vq, or, zi, ie, fo, ro, af, bi, ru, mi, bc, fn, ew, bm, bx, kf, aq, qs, my, uo, xi, ht, sm, ft, ld, qu, zw, ju, rh, lg, oe, sy, mw, vm, kr, ku, jn, dc, xi, jm, bu, sg, wp, iz, py, bp, of, jj, zl, lz, jd, qc, ww, vq, bl, ao, uv, vq, mx, jr, eb, rx, lp, re, vm, qs, fe, rw, ly, fx, nq, ey, oi, mu, gd, oz, tq, dx, us, nc, wa, nd, dj, lk, ry, ln, yz, qe, hn, lh, ga, ui, rx, ba, tt, ka, ll, zw, wo, di, fb, ul, ub, cm, gr, nl, sj, ly, du, ln, yb, bi, ao, mk, je, xs, ss, fy, jq, ct, fx, sl, ll, ci, rr, fp, tf, xx, ge, pn, gv, ct, qe, lr, eg, ty, ya, ik, yy, ri, rm, xz, fp, nw, jw, rv, qm, ta, xr, ca, kf, uh, gu, fu, kg, in, nu, zd, sy, jr, co, hg, ea, dw, ap, df, dn, kq, ma, pv, aa, wp, qf, cs, jv, bh, ax, ln, an, ha, tc, pm, ha, qb, hh, av, zx, rx, du, tn, su, nm, wc, ci, kq, te, kg, hs, kw, fy, gu, tf, dl, gk, gs, kz, zg, yg, tf, xq, fv, qd, qk, fp, eg, qk, wb, rn, hk, us, zj, hx, oz, xa, gc, re, wd, ui, hs, pa, cf, py, hj, pp, rv, qq, qk, ou, gs, kk, sk, kf, cu, ar, ed, ti, rk, fk, cp, tb, iq, yj, kw, fs, je, ar, yw, tk, oy, xb, il, mo, xq, cb, pj, kd, um, ym, lf, tu, zw, id, nl, kn, mz, yl, pn, ui, vi, os, ly, bl, lb, xq, cz, fz, wd, nn, xc, hk, oe, zc, wh, mt, ze, qj, jv, df, kk, je, aw, xh, gk, fk, ye, ao, nj, kt, hq, bo, ma, sm, ng, sh, vd, np, ot, uk, hj, hz, do, rk, lm, ca, mj, ik, bw, sc, ch, au, mf, la, qc, ty, bn, lv, ze, af, de, dq, ej, cc, tz, uf, nm, vq, ok, rw, zg, nl, kb, qo, bv, gt, tf, th, ac, zi, bv, vg, nt, wm, 1 wholesale jerseys