Ketik disini

Metropolis

Penduduk Dunia Overload

Bagikan

* KSAD Ceramah Kebangsaan

MATARAM – Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memanfaatkan kunjungan kerjanya ke NTB untuk memberikan ceramah kebangsaan. Lulusan Akabri 1982 itu antara lain menyoroti penduduk dunia yang sudah overload dan imbasnya terhadap tatanan dunia.

a�?Tahun 2011, penduduk dunia telah mencapai 7 miliar jiwa. Dan itu melampaui batas toleransi kamampuan dunia,a�? kata mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat itu di Graha Bhakti Praja kompleks kantor gubernur.

Untuk batas hidup yang nyaman, dunia kata dia hanya mampu dengan kapasitas 4 miliar jiwa penghuni. Namun, kini, ledakan penduduk telah menyebabkan penduduk dunia bertambah satu miliar, hanya dalam rentang waktu enam tahun.

Jumlah penduduk yang besar menyebabkan pasokan pangan menjadi terbatas. Akibatnya, kata Nurmantyo, saat ini lebih dari 15 juta anak meninggal dalam setahun akibat kelaparan, kemiskinan, dan kesehatan yang buruk.

Pada 2014, jumlah penduduk dunia telah mencapai 7,3 miliar jiwa. Dari sisi energi saja, setidaknya pada 2035 dibutuhkan penambahan hingga 41 persen. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka energi fosil dunia diperkirakan akan habis pada tahun 2046. a�?Satu-satunya harapan adalah pemanfaatan bioenergi sebagai penggerak kegiatan peradaban manusia,a�? kata Nurmantyo.

Di situlah Indonesia akan mengambil peran. Dengan memiliki kekayaan alam hayati yang melimpah, Indonesia kata dia, akan mengundang perhatian dunia. Dan akan menjadi kerugian amat besar, ketika Indonesia tak mempersiapkan diri sedari dini.

a�?Sebab, ada banyak fakta. Betapa kekayaan alam yang melimpah, bukan menjadi berkah. Melainkan menjadi petaka,a�? kata jenderal kelahiran Tegal, Jawa Tengah, ini. Di zaman modern, kepentingan terhadap sumber energi dan sumber daya alam, kerap menjadi alasan manusia dan negara untuk berperang.

Itu sebabnya, bangsa Indonesia tak punya jalan lain selain harus senantiasa kuatA� dan siap atas segala perubahan yang terjadi. Karena segala perubahan yang terjadi baik di tingkat nasional maupun internasional tentu akan membawa implikasi terhadap upaya mewujudkan Indonesia yang maju dan berketahanan nasional yang kuat.

Menjadi tantangan bersama seluruh bangsa lanjut Nurmantyo, utamanya para abdi negara untuk melakukan adaptasi dan melahirkan gagasan baru yang sesuai dengan berbagai tantangan. Bahkan terhadap ancaman yang akan dihadapi. a�?Di antaranya perang melalui berbagai aspek berbangsa dan bernegara yang kerap disebut proxy war,a�? katanya.

Menurutnya, ada beberapa hal konkret yang bisa dilakukan untuk menangkal proxy war. Di antaranya mengasah kepekaan dalam mengidentifikasi musuh dan kepentingannya, mengembangkan kehidupan bangsa yang lebih sehat dan bertanggung jawab, membangkitkan kembali semangat dan budaya gotong royong, serta mengembangkan program pembangunan karakter bagi semua generasi muda. Seperti kegiatan KNPI, Karang Taruna, dan Pramuka.

Turut hadir menyimak ceramah kebangsaan KSAD antara lain Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi, Anggota DPR RI asal NTB Syafruddin, Kapolda NTB Brigjen Pol Srijono, tokoh agama dan tokoh masyarakat, para bupati dan wali kota se-NTB, serta pimpinan dan anggota DPRD.

Sementara dari jajaran petinggi TNI, Nurmantyo didampingi Kepala Staf Terirtorial TNI AD Mayjen Kustanto Widiatmoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro, dan jajaran Korem dan Kodim di NTB.

Ceramah kebangsaan KSAD itu menjadi yang pertama digelar di luar Pulau Jawa dan Sumatera. Itu sebabnya, Gubernur TGB HM Zainul Majdi dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurut gubernur, kehadiran TNI ke daerah sangat perlu dan sebaiknya sering dilakukan. Ia sangat mendukung kehadiran TNI yang langsung ke daerah, baik dalam kegiatan pokok maupun kegiatan lain yang semuanya bermuara untukA�A� bersama-sama menyukseskan pembangunan nasional.

Orang nomor satu di NTB ini menegaskan, ada banyak manfaat yang didapat jika TNI lebih sering turun ke daerah. Di antaranya akan semakin memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat. Disamping itu, kehadiran TNI juga akan sangat berkontribusi dalam menyukseskan program nasional yang dilaksanakan di daerah.

Ketika program nasional diharapkan dapat berhasil dengan baik, maka seluruh elemen dan segala sumber daya nasional harus berperan. a�?Dalam hal iniA� tidak dapat dipungkiri bahwa TNI merupakan salah satu elemen pokok dari sumber daya nasional yang kita andalkan,a�? tandas gubernur.

Dia juga menjelaskan, aktivitas TNI maupun instansi vertikal lainnya di daerah tentunya akan sangat bermanfaat. TNI yang membaur dengan masyarakat, kata gubernur akan dapat menjadi perekat dan mampu meminimalisasi apa yang disebut sebagai primordialisme.

Sehingga pada akhirnyaA� ketahanan sebagai suatu bangsa akan semakin baik, dan wawasan kebangsaan akan tetap hidup. Pada kesempatan yang sama, gubernur juga menyatakan kesiapannya semaksimal mungkin untuk mendukung segala bentuk program TNI dan siap bekerja sama dengan TNI. (kus/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys