Ketik disini

Metropolis

Santai Jelang UN, Percaya Diri Bisa Lulus

Bagikan

* Perjuangan Siswa Tuna Netra Lulus Ujian (1)

Keterbatasan fisik tidak menjadi halangan mengikuti ujian nasional. Seperti siswa berkebutuhan khusus di SLB Yayasan Pendidikan Tuna Netra, Selagalas. Sejak hari pertama, mereka terus berjuang lulus.

PAGI itu, SLB Yayasan Pendidikan Tuna Netra, Selagalas tenang. Beberapa orang guru berseragam berjaga di depan kelas. Ada empat orang siswa sedang mengerjakan soal ujian nasional di ruangan itu.

Tegang, tapi jemarinya bergerak dengan cepat membaca setiap soal dalam teks braille. Setelah menemukan jawaban, dengan cepat mereka menusuk-nusuk kertas dengan jarum yang disediakan.

Berbeda dengan siswa normal, setelah menjawab dalam huruf braille, para siswa tuna netra harus kembali memindahkan jawaban ke lembar jawaban komputer. Tentu dibantu guru pendamping. Meski harus menjawab soal melalui proses panjang, namun para siswa berkebutuhan khusus tetap semangat.

Bima Pratama misalnya. Ia mengaku sangat antusias mengikuti ujian nasional. Menjelang UN, siswa kelahiran Jawa Timur mengku sangat rileks. Tidak ada yang membuatnya khawatir, soal-soal dijawab dengan mudah, terutama Bahasa Indonesia. a�?Sebelum UN biasa-biasa saja, malah santai sebab jauh hari sudah belajar penuh,a�? katanya.

Meski menjadi seorang tuna netra, ia merasa bisa bersaing dengan siswa lainnya di Mataram. Sebab baginya keterbatasanA� fisik justru mendorongnya belajar lebih keras agar bisa maju. Semua mata pelajaran pun dilahapnya. a�?Kami harus yakin bisa lulus dengan baik,a�? ujarnya.

Setelah tamat SMP, ia berharap bisa melanjutkan pendidikan ke SMA dan sampai ke perguruan tinggi. Namun pilihan untuk melanjutkan pendidikan masih sangat terbatas bagi mereka, hanya ada beberapa SMA saja yang menerima kelas inklusi. Termasuk perguruan tinggi di NTB tidak ada mau menerima mereka.

Bima tidak patah semangat, kelak ia ingin menjadi musisi agar bisa menghibur banyak orang. Keinginannya itu sudah dimulai dengan beberapa kali mentas bersama rekan-rekannya. Baginya bermusik menjadi sarana tepat menyalurkan emosi dan persaan. a�?Sebab itu saya senang bermain musik,a�? katanya. (bersambung/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *