Ketik disini

Metropolis

TNI Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Bagikan

* KSAD Buka TMMD Ke-94 di Lobar

GIRI MENANG – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ) ke-94 telah dimulai. Kegiatan ini dibuka Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di lapangan kantor Bupati Lombok Barat (Lobar) di Giri Menang, Gerung.

Acara pembukaan dihadiri Gubernur NTB TGB  HM Zainul Majdi, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro, Danrem 162/WB Kol CZI Lalu Rudy Irham Srigede, Dandim 1606/Lobar Letkol Inf Djarot Suharso, dan Wabup Lobar Fauzan Khalid.

Acara itu diwarnai kegiatan donor darah dan atraksi terjun payung. Sebanyak 23 penerjun dari Kopassus dan Kostrad unjuk kemampuan dan menjadi tontonan menarik penungjung dan masyarakat sekitar. Para penerjun itu masing-masing membawa bendera TNI AD, Provinsi NTB, Korem 162/WB, dan Kodim 1606/Lobar. Ada juga yang membawa bendera Pemkab Lobar  dan Sumbawa Barat, dua lokasi TMMD di NTB.

Para penerjun ini dilepas dari Helikopter MI-17. Mereka mendarat tepat di tengah lapangan kantor Bupati Lobar. Aksi para penerjun ini mendapat apresiasi dari ribuan warga dan tamu undangan yang hadir dalam acara pembukaan tersebut.

KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan, pelaksanaan TMMD ke-94 merupakan upaya mendekatkan TNI dengan masyarakat. Menurutnya TNI merasa perlu memahami lagi kehidupan dan kondisi masyarakat. ”Kami ingin memahami lagi, meski kami sudah memahami,” katanya usai membuka kegiatan itu.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan prajurit TNI. Polri dan pemerintah daerah juga ikut terlibat dalam kegiatan yang akan berlangsung selama 21 hari tersebut. Gatot mengatakan, tahun ini ada 61 titik yang menjadi lokasi pelaksanaan TMMD di seluruh Indonesia. Khusus NTB, TMMD dilaksanakan di Lobar dan Sumbawa Barat. ”Satu titik itu ada 120 hingga 140 prajurit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, TMMD tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, personel TNI dibagi menjadi tiga kelompok. Mereka harus tinggal di rumah-rumah warga.

Sebelumnya, personel yang terlibat dalam TMMD membuat tenda besar dan dapur sendiri. ”Sekarang uang makan mereka diberikan kepada masyarakat. Mereka akan makan langsung bersama masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan TMMD ini memiliki dua sasaran yakni fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur, sarana, dan prasarana. Misalnya pembukaan jalan, rehab masjid, MCK, dan kantor. ”Pokoknya, kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat di lokasi itu,” terangnya.

Objek-objek yang dikerjakan itu tidak ditentukan TNI, namun berdasarkan usulan dari masyarakat. Prosesnya melalui perencanaan dari masyarakat yakni RT, desa, kecamatan, hingga kabupaten/kota. ”Lalu dirapatkan bersama, kemudian program itu direalisasikan. Sasaran utamanya daerah terisolir, terpencil, dan tertinggal,” beber dia.

Untuk program nonfisik lebih mengarah pada pemberian pemahaman kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi. Salah satunya tentang menangkal gerakan radikalisme seperti ISIS, bahaya narkoba, dan kerukunan antarumat beragama. ”Intinya kami akan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya  paham-paham tersebut,” ujar dia.

Ia mengatakan, TMMD dilaksanakan dua kali dalam kurun waktu setahun. Pelaksanaan TMMD sendiri akan berjalan selama 21 hari. Dengan adanya kegiatan ini, lanjut dia, roda perekonomian daerah diharapkan kian meningkat. Terlebih lagi, setelah terbukanya akses jalan antardesa atau daerah terpencil. ”Kegiatan ini akan dievaluasi secara berlanjut. Soal efektif atau tidak, masyarakat yang akan menilai. Kita hanya melaksanakan kegiatan TMMD, kemudian evaluasi, lalu perbaiki kekurangan itu,” bebernya. (jlo/r3)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *