Ketik disini

Sportivo

Tolak Peluru Sumbang Tiga Emas

Bagikan

Kejurnas PPLP-PPLM di Aceh

MATARAM – Nomor tolak peluru cabor atletik sepertinya harus menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah dan KONI NTB. Pasalnya, nomor ini sangat potensial dan berpeluang besar untuk mendulang medali emas even olahraga. Buktinya, tiga atlet tolak peluru NTB yang turun di ajang Kejurnas PPLP-PPLM Aceh semuanya menyumbang emas. Medali emas terakhir disumbangkan oleh Nanang Fahmi.

Sebelumnya, dua atlet tolak peluru lainnya, Ni Putu Yogiswari dan I Dewa Ayu Ita Arianti juga meraih emas.

Dari tiga atlet ini, NTB mendapatkan sumbangan empat emas. Pasalnya, I Dewa Ayu Ita Arianti juga turun di nomor lempar cakram dan sukses meraih emas. Tambahan medali yang diraih Nanang kini membuat NTB berhasil mengoleksi delapan medali emas, tiga perak, dan satu perungggu.

“Saya sangat beryukur bisa meraih medali emas di ajang ini. Terlebih, tolakan saya meningkat dibanding hasil Pra PON Maret lalu,” terang Nanang Fahmi kepada Lombok Post via ponselnya.

“Meski demikian, saya merasa masih belum maksimal dan harus banyak berlatih untuk meningkatkan kemampuan menghadapi PON 2016 mendatang,” sambungnya.

Nanang berhasil meraih medali emas dengan tolakan 14,14 meter. Tolakan ini lebih baik dibandingkan saat ia menyegel tiket PON pada ajang Jatim Open. Saat itu, Nanang meraih perunggu dengan tolakan 13,83 meter. Namun, tolakan saat ini masih diinginkan Nanang bisa meningkat hingga 15 meter ke atas.

Keberhasilan Nanang diapresiasi oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dikpora NTB, Anang Zulkarnaen. Ia merasa keberhasilan Nanang dan atlet tolak peluru lainnya harus menjadi motivasi bagi atlet dan pelatih yang lain.

“Tolak peluru memiliki regenerasi atlet yang cukup baik. Oleh karena itu saya pikir ini harus dijadikan motivasi bagi atlet dan pelatih yang lain,” ungkap Anang, sapaan akrabnya.

Anang menilai di beberapa nomor lainnya saat ini masih belum optimal regenerasinya. Misalnya saja di nomor sprinter yang diharapkan kelak ada menggantikan Iswandi dan Fadlin. Saat ini belum ada pelapisnya di tingkat pelajar. “Kita akan menggelar Kejurda sekitar September atau Oktober mendatang. Dari kegiatan itu kita harapkan nanti muncul bibit atlet berbakat yang bisa menjadi pelapis atlet unggulan saat ini,” terangnya. (ton/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up